Minggu, 03 April 2011

Father of Mine, Severus-Harry Family Fanfiction

"Dia memilihmu, Severus."

Dua permata hitam itu memandang sosok kecil yang tertidur pulas dalam gendongan Albus Dumbledore, kepala sekolah dari Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry. Penyihir yang disebut sebagai orang paling sakti di seluruh Inggris.

"Lily dan James mempercayakan putra semata wayang mereka padamu."

Luka dan duka yang belum sembuh sepenuhnya sekali lagi terasa perih mengiris hatinya. Namun perih itu perlahan memudar begitu Severus melihat bayi berumur 18 bulan itu perlahan terbangun dan membuka kelopak matanya, menampakkan dua kilau emerald sempurna. Kilau yang dulu hingga saat ini mengikat hati Severus pada satu cinta, kilau yang telah menyelamatkannya dari kegelapan.

Anak ini adalah putra dari wanita yang senantiasa dicintai oleh Severus, sepenuh hatinya. Meski anak ini bukan miliknya...

"Severus..."

Suara tua Dumbledore membuyarkan lamunan Severus, "Jika itu keinginan Lily, aku tidak akan menolaknya." Kedua tangannya terulur, mengambil bocah berambut hitam itu dari tangan Albus. Saat berat tubuh bayi itu menyentuh tubuhnya, ada getar hangat yang tak pernah Severus rasakan.

"Harry Potter... bukan... tapi Harry Snape..."

Si bayi tersenyum lebar, menggapai wajah Severus dan tertawa-tawa.

Kimi To Iu Hana, ShikamaruTemari Romance Fanfic

Kimi To Iu Hana

君と言う花

NARUTO © Kishimoto Masashi

Kimi ToIu Hana (A Flower Called 'You') © aicchan

-Title taken from Asian Kung-Fu Generation's song-

Nara Shikamaru – Sabaku no Temari

Rated T for Romance and a little bit of Family

.

ENJOY

.

Hujan deras tak henti membasahi bumi Konoha selama lebih dari dua hari. Desa ninja tersembunyi yang terletak di pegunungan dengan hutan lebat itu sedikit kewalahan dengan jumlah air yang terus meningkat, sampai-sampai kegiatan warga yang tidak menekuni dunia pershinobian harus dihentikan karena cuaca yang sungguh tigak bersahabat ini. Namun bagi mereka yang telah memilih jalan hidup sebagai seorang shinobi, hujan bukan halangan untuk melaksanakan misi yang terus masuk dan menumpuk di desa mereka tercinta ini.

Namun di tengah hiruk pikuknya kesibukan di desa itu, ada satu orang yang tampaknya ada dalam dunia idealnya sendiri. Tenggelam dalam lamunan dan memandang gelapnya langit di luar jendela. Sesekali dia menghela nafas panjang, membiarkan matanya mengikuti jejak air yang menyusuri permukaan kaca jendela.

Nara Shikamaru sedang mengalami satu fase kehidupan yang menurutnya jauh lebih rumit dari misi apapun yang pernah dia laksanakan.

Planetarium , GaaNaru Friendship Fanfic

Planetarium

プラネタリウム

NARUTO © Kishimoto Masashi

Planetarium © aicchan

Gaara - Naruto

Friendship – Science Fiction

Alternate Universe Fiction for Gaara's Birthday on 19th January

.

ENJOY

.

387 Universe Calendar, atau dengan penanggalan lama, tahun 2478 Masehi, masa yang menandai waktu dimana kehidupan mahkluk hidup telah menyebar ke luar angkasa. Koloni-koloni dibangun sebagai sarana kehidupan manusia. Teknologi canggih telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan perjalanan antar bintang pun telah menjadi aktivitas harian yang tanpa hambatan.

Namun semua kecanggihan teknologi dan kemajuan hidup manusia dibayar dengan harga yang sangat mahal. Mortheland, bumi tempat pertama manusia terlahir, mengalami kerusakan akibat ledakan nuklir yang terjadi lebih dari 200 tahun yang lalu. Satu kesalahan fatal dari kesombongan dan ketamakan manusia yang menjadi ancaman kepunahan rantai ekologi kehidupan di tanah yang dulunya subur dengan langit biru itu. Kini keadaan bumi tak lebih dari satu bintang sekarat yang mencoba mempertahankan denyut kehidupannya dari belas kasih para manusia yang masih peduli padanya.

Sekelompok manusia mencoba menjawab panggilan dari tanah leluhur mereka, terdiri dari ahli di berbagai profesi yang berkaitan dengan teknologi dan lingkungan, mereka berjuang demi mengembalikan nafas kehidupan di jantung tanah tempat manusia hidup sejak jaman dahulu itu. Satu organisasi yang menamakan diri sebagai Green Earth berjuang demi kembalinya bumi seperti sedia kala...