<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874</id><updated>2012-02-16T16:47:13.279+07:00</updated><category term='kembali'/><category term='Aktor'/><category term='Manga'/><category term='iseng'/><category term='gundam'/><category term='Fansgirling'/><category term='lupa'/><category term='fanfic'/><category term='BT Laper'/><category term='anime'/><category term='dA'/><category term='curhat'/><category term='otaku'/><category term='Alan'/><category term='kenalan nih'/><category term='Kakashi'/><category term='hobi'/><category term='blog'/><category term='Gaara'/><title type='text'>Aicchan no Ai</title><subtitle type='html'>blog seorang fujoshi yang nyari temen en mangsa baru :)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-7081760508025517855</id><published>2011-09-29T17:10:00.002+07:00</published><updated>2011-09-29T17:34:41.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aktor'/><title type='text'>About Alan Rickman</title><content type='html'>Alan Sidney Patrick Rickman, atau yang lebih dikenal dengan nama Alan Rickman adalah salah satu aktor senior yang jadi favorit saya. Well.. mungkin sebagian orang lebih mengenal sosok beliau sebagai "Profesor Severus Snape" dari serial Harry Potter. Padahal jauh sebelum itu, beliau telah membintangi banyak sekali judul film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu judul film yang pernah dibintangi oleh aktor yang lahir pada tanggal 21 Februari 1946 ini adalah Sense and Sensibility yang diangkat dari novel karya Jane Austin. dan di sini Alan Rickman berperan sebagai Colonel Christoper Brandon. Aktingnya yang memukau berhasil menghidupkan tokoh sang Kolonel yang memiliki masa lalu yang bisa dibilang kelam. Entah sudah berapa kali saya nonton film ini, dan hasilnya, saya tetap terpesona pada kualitas cerita maupun kualitas para pemeran. Yang pasti, saya tetep teriak-teriak tiap kali sang Colonel muncul :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film lain yang menjadi favorit saya adalah Robin Hood: Prince of Thieves, di mana beliau berperan sebagai Sheriff of Nottingham. Ya-- saya tahu he's a bad guy here... tapi mau bagaimana lagi? Akting dan pesona Alan Rickman membuat saya ga peduli dengan apa yang baik dan apa yang tidak :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja... Untuk seri Harry Potter. Tentang Severus Snape... Aku rasa Alan Rickman sudah sempurna menghidupkan satu karakter yang bisa dibilang paling berpengaruh di seri Harry Potter itu. Dia bisa membawakan sosok seorang Severus Snape yang terkesan misterius, dingin, tak bersahabat namun ternyata menyimpan satu cerita panjang dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya kagum selalu deh untuk Pakde Alan Rickman. Semoga tetap sukses :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-7081760508025517855?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/7081760508025517855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=7081760508025517855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/7081760508025517855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/7081760508025517855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/09/about-alan-rickman.html' title='About Alan Rickman'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-7220918214106551190</id><published>2011-04-03T13:32:00.001+07:00</published><updated>2011-04-03T13:32:58.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fanfic'/><title type='text'>Father of Mine, Severus-Harry Family Fanfiction</title><content type='html'>"Dia memilihmu, Severus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua permata hitam itu memandang sosok kecil yang tertidur pulas dalam gendongan Albus Dumbledore, kepala sekolah dari Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry. Penyihir yang disebut sebagai orang paling sakti di seluruh Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lily dan James mempercayakan putra semata wayang mereka padamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka dan duka yang belum sembuh sepenuhnya sekali lagi terasa perih mengiris hatinya. Namun perih itu perlahan memudar begitu Severus melihat bayi berumur 18 bulan itu perlahan terbangun dan membuka kelopak matanya, menampakkan dua kilau emerald sempurna. Kilau yang dulu hingga saat ini mengikat hati Severus pada satu cinta, kilau yang telah menyelamatkannya dari kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ini adalah putra dari wanita yang senantiasa dicintai oleh Severus, sepenuh hatinya. Meski anak ini bukan miliknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Severus..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tua Dumbledore membuyarkan lamunan Severus, "Jika itu keinginan Lily, aku tidak akan menolaknya." Kedua tangannya terulur, mengambil bocah berambut hitam itu dari tangan Albus. Saat berat tubuh bayi itu menyentuh tubuhnya, ada getar hangat yang tak pernah Severus rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harry Potter... bukan... tapi Harry Snape..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bayi tersenyum lebar, menggapai wajah Severus dan tertawa-tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xoxoxoxoxoxoxox&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oxoxoxoxoxo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Potter © JK ROWLING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Father of Mine © aicchan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special for Infantrum Challenge Snape DAY 2011 by Ambudaff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regular Challenge – Modified Canon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No war - Family fic/ Oneshot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oxoxoxoxoxo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xoxoxoxoxoxoxox&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daddy! Daddy! Ada surat dari Sirius dan Remus untukmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus, yang semula tengah membaca dengan tenang di ruang duduk rumahnya di Spinner's End, menutup bukunya dan memandang sosok bocah berkacamata berumur 8 tahun yang baru saja masuk ke ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry kini tumbuh menjadi anak yang super aktif dan sepertinya selalu memiliki ekstra tenaga untuk melakukan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus menerima surat yang diberikan Harry padanya dan segera membacanya. Seperti biasa, bocah kecil berambut hitam berantakan itu menungguinya sampai selesai membaca dan selalu memandangnya penuh harap agar diberitahu isi surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Mereka akan datang besok dan ingin mengajakmu ke Diagon Alley." Ujar Severus begitu selesai membaca surat yang ditujukan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa aku boleh pergi?" Harry memandang Severus penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pancaran permata hijau yang indah itu, Severus jadi tidak kuasa menolaknya, "Asal kau berjanji akan menjaga sikap dan tidak bertingkah seperti anak manja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku janji!" Seru Harry senang. "Yey! Ke Diagon Alley dengan Sirius dan Remus! Yaaay!" Bocah lelaki berkacamata itu berlari memutari ruang duduk di rumah itu. Setelah lelah, dia kembali berdiri di sebelah ayahnya, "Daddy, apa hari ini kita jadi makan malam di rumah Draco?" tanyanya penuh nada antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pandangan mata Harry yang tak berkedip memandangnya, Severus menghela nafas, "Narcissa sudah berbaik hati mengundang kita. Tidak sopan kalau menolak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Harry mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, "Horeee! Main ke rumah Draco! Main ke rumah Draco !" Serunya berulang kali sambil –sekali lagi- berlari-lari memutari ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus menggelengkan kepalanya melihat polah Harry yang benar-benar seperti orang yang baru saja minum ramuan Felix Felicis. Semua terasa indah. "Sekarang mandi dan pakai baju yang rapi. Kita berangkat satu jam lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oookkaaaayyy!" Dengan berpura-pura menaiki sapu sihir, Harry berlalu dari ruangan itu dan selanjutnya yang terdengar adalah langkah yang menaiki tangga dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi menghela nafas, Severus beranjak dari duduknya dan menuju ke kamarnya sendiri. Tak terasa enam tahun berlalu sejak dia mengadopsi Harry. Enam tahun sudah sejak kepergian Lily dan James untuk selamanya saat menjalankan misi mereka sebagai Auror. Sebenarnya Severus masih agak tidak percaya kalau di ruat wasiatnya, Lily –dan anehnya, James juga- memilihnya sebagai ayah asuh untuk Harry alih-alih si Sirius Atora Remus. Tapi di satu kesempatan, Sirius pernah berkata padanya kalau Lily memang lebih percaya pada Severus, paling tidak tingkah polahnya lebih terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nyatanya sekarang, Severus yakin kalau 90 persen darah dalam tubuh Harry adalah darah James. Hyperaktif dan paling susah untuk disuruh diam, dan di saat yang sama, sangat pintar juga cerdas. Paling tidak Harry punya kelebihan milik Lily, kepolosan dan kebaikan hati yang tidak terkalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka berdua siap, Severus menggandeng tangan Harry sebelum mereka menuju ke Malfoy Manor melalui jaringan floo. Severus memang akrab dengan keluarga Malfoy karena Lucius adalah seniornya di Slytherin semasa sekolah Hogwarts dulu. Dan Narcissa adalah sepupu dari Sirius, membuat Harry juga cepat akrab dengan wanita cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harry!" Seruan dari bocah laki-laki berambut pirang platinum yang tertata rapi itu menyambut kedatangan Harry dan Severus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Draco!" Harry berlari menghampiri putra tunggal keluarga Malfoy yang sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruangan yang penuh dengan perabot mewah khas abad pertengahan itu ada pula du sosok rupawan. Lucius, kepala keluarga Malfoy, bangsawan sejati dengan raut wajah yang terkesan dingin dan angkuh. Selalu setia didampingi Narcissa sang istri yang tak kalah rupawan dengan rambut pirang panjang yang tergerai halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat datang, Severus. Senang kalian bisa makan malam di sini." Ujar Narcissa. Tak lama dia segera dapat pelukan erat dari Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih sudah mengundang kami, Aunt Cissy, Uncle Lucy!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja Severus tak bisa menahan tawanya. Selalu begitu setiap kali Harry memanggil Lucius. Narcissa malah dengan terang-terangan tertawa kecil mendengar panggilan sayang Harry untuk suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lain soal dengan yang bersangkutan, "Harry, sudah berapa kali ku bilang kalau namaku bukan Lucy, tapi Lucius." Ujar pria berambut platinum panjang yang terikat rapi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak berambut hitam berantakan itu mengerutkan kening hingga alisnya bertaut, "Tapi Lucy lebih cocok untukmu, Uncle." Katanya lagi dengan nada polos yang luar biasa hingga membuat Lucius menyerah seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan malam masih agak lama, kalian bermainlah dulu, anak-anak." Ujar Narcissa, "Draco, bukankah kau berjanji akan mengajari Harry bermain catur? Mom sudah siapkan di ruangan sebelah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Okay, Mum! Ayo, Harry!" Draco pun mengajak Harry keluar dari ruangan itu untuk menikmati waktu mereka sendiri tanpa terlibat dalam obrolan orang dewasa yang membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narcissa tersenyum melihat keakraban dua anak itu, sudah seperti saudara kandung saja, "Harry tumbuh jadi anak yang pintar. Rumahmu pasti tak pernah sepi sekarang, Severus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah." Ujar Severus seraya menyamankan diri di sofa, "Rasanya tak ada sedetik tanpa mendengar suaranya. Kecuali saat dia tidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namanya juga anak-anak, lebih bagus kalau mereka aktif." Kata Narcissa, "Lalu bagaimana dengan tawaran dari Hogwarts? Apa kau akan menerima tawaran Albus untuk mengajar di sana?" tanya wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu, Severus jadi teringat persoalan yang yang menghantuinya sejak awal musim panas ini. Sebuah tawaran kerja datang dari Hogwarts untuk menjadi pengajar di kelas Ramuan. Tawaran yang menarik, karena memang Severus butuh dana tambahan sebelum Harry masuk ke Hogwarts 4 tahun lagi. Ya— dia memang bukan berasal dari keluarga yang sangat berada tapi juga bukan dari yang kekurangan. Namun Severus sudah bertekad akan memenuhi semua kebutuhan Harry, karena dia tak ingin Harry mengalami apa yang dia alami semasa kecil dulu. James dan Lily memang meninggalkan banyak warisan, tapi Severus tak ingin memakainya, sampai Harry akil balik, anak itu ada dalam tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Severus... apa kau sudah bicarakan dengan Harry?" Tanya Narcissa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus menggeleng, "Aku tidak tahu bagaimana bicara dengannya. Lagipula... kalau aku bekerja di Hogwarts, Harry akan tinggal dengan siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Severus... kau bicara seolah baru mengenal kami kemarin. Kami tak akan keberatan kalau Harry tinggal di sini. Draco juga pasti senang mendapat teman di rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pekara mudah bagi Severus. Dia dan Harry belum pernah berpisah untuk wktu yang lama. Paling lama ungkin seminggu kalau Severus ada urusan yang bersangkutan dengan gelarnya sebagai Potion Master. Saat seperti itu biasanya Harry tinggal bersama Sirius di Grimmauld Place atau menginap di Malfoy Manor. Tapi pekerjaan di Hogwarts memakan waktu hampir sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan bicarakan pelan-pelan dengannya." Kata Severus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau seberapa pelan?" Lucius ikut bicara, "Libur musim panas Hogwarts akan berakhir dua minggu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus kembali terdiam, "... Ini jauh lebih rumit dari pada menciptakan sebuah ramuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau bisa minta bantuan kami kapan saja. Atau Remus. Harry sepertinya patuh sekali pada Remus." Usul Narcissa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, ku rasa aku akan pikirkan pilihan itu. Lagipula aku memang butuh pekerjaan tetap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narcissa tersenyum, "Kau benar-benar menyayangi Harry, ya? Padahal dia benar-benar mirip dengan James."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeah." Lagi-lagi Lucius menyetujui kata-kata istrinya, "Mengingat dulu James dan para Marauder itu sering kali mengerjaimu. Kalau tidak ada Lily yang mencegahnya, aku tidak tahu apa yang bisa diperbuat si Prongs itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narcissa tertawa lagi, "Ya— hanya Lily yang bisa menangani kegilaan empat Marauder itu. sampai sekarang aku masih tidak percaya kalau Remus termasuk dalam genk pengacau itu. Tapi kurasa dia sama seperti Lily, sebagai 'tali kekang' agar teman-temannya itu tidak bertindak kelewat batas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang lulusan Hogwarts itu mengobrol hingga tiba saatnya makan malam. Narcissa menjemput putranya dan Harry yang ternyata sedang seru sekali main catur di ruang perpustakaan. Kemudian mereka semua menuju ke ruang makan untuk menikmati santapan yang telah disiapkan para peri rumah yang mengabdi pada keluarga Malfoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harry, bagaimana kalau malam ini kau menginap di sini?" Tawar Narcissa di perbincangan makan malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry memandang wanita yang dia anggap sebagai ibu itu, "Maaf, Aunt Cissy... besok Sirius dan Remus akan mengajakku ke Diagon Alley. Jadi aku harus menolak tawaran itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang sekali kalau begitu." Kata Narcissa jelas kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, Aunt Cissy. Tapi kalau Daddy mengizinkan, minggu depan aku mau kok menginap di sini." Kata Harry seraya memandang sang ayah dengan pandangan penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Malfoy tersenyum melihat interaksi ayah-anak yang bahkan tak terikat oleh darah itu. Keduanya sungguh seperti keluarga kandung saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa, Harry. Severus tidak akan melarangmu." Narcissa tersenyum, "Kau mau tambah lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam di Malfoy Manor sungguh sangat menyenangkan. Harry dan Severus tinggal di sana hingga malam beranjak larut. Severus mengobrol dengan Lucius dan Narcissa sementara Harry bermain seru dengan Draco. Jam 10 tepat, Severus mengajak Harry untuk pulang karena si anak berambut hitam berantakan itu sepertinya sudah tidak bisa menahan kantuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aunt Cissy, Uncle Lucy, aku pulang dulu." Harry memberi salam dengan memberi ciuman di pipi dua Malfoy senior itu, "Bye bye, Draco... sampai minggu depan." Katanya sambil melambai seadanya pada si pirang yang membalasnya dengan lambaian serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Severus dan Harry pun mengundurkan diri dari ruang duduk Malfoy Manor dan kembali ke rumah mereka di Spinner's End dengan memakai jaringan floo. Segera Severus menyuruh Harry sikat gigi dan pergi tidur. Tapi dia menemani Harry terus hingga bocah itu berganti pakaian dengan piyama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"G'nite, Daddy." Harry mencium pipi Severus sebelum melepas kacamata dan berbaring di tempat tidurnya yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus menyelimuti Harry dan mematikan lampu di kamar itu dengan satu jentikan dari tongkat sihirnya, kemudian dia pun menuju ke kamarnya sendiri. Besok dia ada niat untuk bicara serius dengan Harry. Sirius dan Remus akan datang jam 10, jadi Severus masih punya waktu satu jam setelah sarapan untuk bicara dengan Harry tentang tawaran pekerjaannya di Hogwarts. Semoga anak itu bisa mengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan seperti membodohi Severus. Rasanya baru saja dia rebahan dan memejamkan mata, sekarang mendadak saja sinar matahari sudah menerobos masuk ke dalam kamarnya. Sedikit pusing, Severus pun duduk, butuh sekian detik sebelum dia bangun sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera telinganya menangkap suara Harry yang sedang bermain sendiri di lantai bawah. Anak itu memang terbiasa bangun pagi sekali bahkan sebelum matahari terbit. Dulu Harry selalu masuk ke kamar Severus dan menginterupsi tidurnya, tapi sekarang Harry lebih memilih bermain sendiri dengan mainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakuakn ritual pagi di kamar mandi, Severus pun segera turun dan menemi Harry yang asik bermain dengan figur naga hadiah ulang tahunnya yang keenam sambil duduk di permadani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sang ayah sudah turun, Harry pun langsung berdiri dan memeluk Severus, "G'morning, Daddy!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Morning, son."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa sarapan kita hari ini?" Pertanyaan yang sama di setiap pagi. "Aku mau waffle dan sirup mapple." Diikuti dengan kemauan plus keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat, membuat pertanyaan yang tadi terlontar jelas jadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus melepaska pelukan Harry, "Baiklah... kau bantu membuat adonannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeeey!" Harry meleparkan figur naganya begitu saja ke lantai dan berlari secepat kilat menuju ke dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal hari itu diisi dengan kegiatan memasak bersama di dapur. Untung saja Severus mendapatkan resep-resep mudah dari Narcissa yang mana dikatakan bahwa orang buta saja bisa memasaknya. Harry mengaduk adonan waffle sekuat tenaga hingga belepotan ke meja dan ke bajunya sendiri. Tapi karena melihat Harry bersenang-senang dengan aktivitasnya, Severus tidak melarang atau marah. Dia harus menjaga mood Harry sebelum pembicaraan penting setelah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selesai! Waffle spesial ala Harry Snape!" Seru Harry senang sambil mengangkat tinggi piring yang berisi dua tumpuk waffle berlumur sirup maple kental yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus mengngayunkan tongkat sihirnya dan segala kekacauan di dapur itu bisa segera dibereskan, begitu juga bekas bekas adonan di wajah dan baju Harry. "Sekarang makan dengan tenang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patuh, Harry pun duduk di kursinya di meja makan dan mulai menikmati sarapan favoritnya itu. Sambil bersenandung entah lagu apa, Harry memotong waffle itu dan memakannya seolah bergaya sedang memakan daging steak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Harry tampak menikmati pagi yang ceria ini, Severus masih tetap tampak kalem meski di dalam dirinya sedang berlangsung debat yang seru sekali. Tapi kalau dia tidak segera bicara pada Harry, bisa-bisa musim panas bisa berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka selesai makan dan membersihkan dapur, Severus pun mengajak Harry ke ruang duduk. Dia memutuskan akan bicara, toh kalau Harry langsung bad mood, bantuan akan segera datang untuk mengembalikan mood Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Daddy?" tanya Harry yang duduk di sofa sambil memeluk bantal kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Severus, yang memang bukan tipe yang suka basa basi, mengatakan semuanya pada Harry, tentang tawaran kerja dari Albus Dumbledore sebagai seorang Potion Master di Hogwarts. Pertama, Harry senang sekali mendengar ayahnya mendapat pekerjaan tetap, namun begitu Severus menjelaskan kalau itu berarti Severus akan lebih banyak menghabiskan waktunya di Hogwarts dari pada di rumah, Harry langsung berubah murung. Inilah kelemahan Severus yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry, kalau sedang marah atau sedang tidak enak hati, bukannya mengamuk dan berteriak-teriak seperti anak kecil seusianya pada umumnya, Harry justru cenderung langsung menjadi super pendiam... seperti saat ini. Bocah aktif yang selalu bergerak ke sana kemari itu mendadak saja bisa langsung diam, hening, tanpa bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harry, son, mengertilah. In penting. Untukku, juga untukmu." Kata Severus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry masih diam menunduk. Lalu mendadak saja dia turun dari sofa dan berlari meninggalkan ruangan itu, dia menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa dilakukan Severus selain menunggu, paling tidak sampai Sirius dan Remus datang 30 menit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi... Harry sedang ngambek sekarang?" Entah kenapa Sirius puas sekali saat mengatakan itu. Pria berambut hitam panjang itu melipat tangannya, "Tumben sekali kau tidak bisa menaklukkannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sirius! Jangan malah memperolok Severus. Kau ini keterlaluan." Ujar pria lain berwajah lembut dan memiliki rambut sewarna madu. "Kami akan jelaskan padanya pelan-pelan. Kau tahu kau bukan pembicara yang baik, jadi— mungkin Harry cuma salah paham saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang ingin Severus ucapkan terima kasih padanya, jelas itu ditujukan pada Remus. Satu-satunya anggota Marauder yang waras dan bisa dia percaya seratus persen. Pria itu pasti bisa menangkan Harry, seperti biasa kalau anak itu sedang bad mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ya ya... baiklah. Sekarang di mana dia? Kami akan membujuknya dengan ditemani es krim Florean Fortescue." Kata Sirius lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia ada di kamarnya." Severus langsung berbalik dan menuju ke ruang bawah tanah dimana lab pribadinya berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius menggelengkan kepala, "Dia itu sama sekali tidak berubah. Susah sekali diajak bercanda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau juga sama. Suka sekali bercanda yang tidak lucu." Remus mendahului Sirius berjalan menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar Harry. "Harry, ini Remus dan Sirius. Boleh kami masuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada jawaban dari dalam, maka Remus pun membuka pintu itu. Di dalam, dia melihat Harry duduk di tempat tidur sambil bermain-main dengan boneka naga kesayangannya. Sejenak, Remus dan Sirius terhenti di ambang pintu. Well—ini bukan pertama kali Harry ngambek, tapi ini pertama kali Harry bahkan tak memandang mereka meski sudah lama tidak bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hey, Harry... tak ada sambutan untuk kami berdua?" Sirius masuk lalu dia duduk di sebelah Harry yang masih menundukkan kepalanya tanpa suara. Saat itu Sirius dan Remus setuju kalau sifat Harry yang seperti ini benar-benar mirip seperti ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remus menyusul duduk di sisi lain tempat tidur Harry, "Apa hari ini kita batalkan saja acara ke Diagon Alley?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu Harry menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak usah memaksakan diri." Kata Remus lagi, "Kamu mau kok menemanimu di sini sampai kau berbaikan dengan Severus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry menggeleng lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remus dan Sirius bertukar pandang. Mereka jadi ikut bingung harus bicara apa. Menghadapi Harry yang sedang tidak enak hati begini sama parahnya dengan menghadapi Lily yang mengamuk kalau dulu mereka sedikit mengerjai Severus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa... Daddy membenciku? Apa aku tidak disukai lagi? Makanya Daddy mau bekerja di Hogwarts dan meninggalkan aku di rumah? Apa karena aku bukan anak kandung Daddy?" Pertanyaan terus terlontar dari bibir kecil Harry yang bergetar menahan tangis. Satu ekspresi yang Sirius dan Remus tak pernah ingin melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius memeluk tubuh mungil itu, "Jangan berpikiran bodoh, Harry. Menyebalkan memang mengatakan ini, tapi, Severus menyayangimu. Lebih dari apapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu benar, Harry... Severus menyayangimu. Kau sendiri yang paling tahu itu." Remus mengusap kepala Harry dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu kenapa dia mau meninggalkan aku sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius mendudukkan bocah itu di pangkuannya, "Karena Severus melakukan itu untukmu Harry. Dia ingin membahagiakanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bahagia kalau Daddy ada di dekatku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi orang dewasa tidak bisa berpikir seperti itu, Harry." Remus menyentuh sisi wajah Harry, "Severus juga ingin selalu ada di dekatmu, tapi dia juga berpikir untuk masa depanmu. Dia tahu dia tidak bisa bertahan dengan mengandalkan komisi dari ramuan-ramuan yang telah dia patenkan. Tapi dengan bekerja di Hogwarts, dia bisa mendapat gaji yang lebih baik, yang berarti, hidup yang lebih baik juga untukmu. Untuk kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry memandang Remus, "Tapi aku tidak mau berpisah dengan Daddy. Kalau Daddy pergi, aku tinggal dengan siapa? Aku tidak mau sendirian." Bulir air mata akhirnya tumpah di wajah Harry. Mata hijaunya berkaca-kaca dalam upaya menahan airmatanya supaya tak makin melimpah ruah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua lengan Sirius makin erat memeluk Harry, "Kau bisa tinggal denganku dan Regulus di Grimmauld Place. Keluarga Malfoy juga pasti mau menerimamu dengan senang hati. Atau ke The Burrow, di sana pasti makin ramai kalau ada kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin bersama Daddy..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remus menepuk-nepuk kepala Harry, "Aku tahu kau ingin bersamanya, tapi kau juga harus hargai keputusan Severus. Dia pun pasti berat harus berpisah denganmu untuk mengajar di Hogwarts."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry bersandar pada Sirius, "Apa Daddy juga merasa kesepian tanpa aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja dia kesepian," Kata Remus, "Walau terpisah jauh, tapi kalian selalu bersama kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mengerti, Harry setengah memiringkan kepalanya, "Bagaimana bisa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius mencium puncak kepala Harry, "Karena kalian selalu bersama di dalam sini." Dia nenyentuh dada Harry, "James selalu berkata seperti itu pada Lily setiap kali dia pergi berdinas untuk waktu yang lama. Ya— ayahmu yang satu itu memang tukang gombal sejati. Yang mendengarnya saja jadi ikut malu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ada senyum kecil di wajah Harry, "Emm... apa kalian mau bercerita lebih banyak tentang Mum dan Dad? Kalau aku bertanya pada Daddy... dia sering sekali terlihat sedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi pandangan Sirius dan Remus saling bertaut. Sejujurnya, mereka juga masih merasa sakit setiap kali ingat kalau dua sahabat mereka sudah tak ada lagi di dunia ini. Namun mereka juga paham akan rasa keingintahuan Harry yang besar. Anak itu— sudah setahun sejak Severus menceritakan kebenaran pada Harry bahwa dia bukan anak kandungnya, meski begitu Harry tak begitu banyak bertanya tentang siapa orang tuanya. Hanya sekedar nama, pekerjaan dan hubungan mereka dengan Severus, dia juga berkata kalau dia sudah puas dan bahagia menjadi anak Severus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Sirius mendudukkan Harry di tempat tidur, "Apa yang ingin kau tahu tentang James dan Lily?" Tanya Sirius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umm..." Harry memeluk boneka naganya, "Daddy pernah bilang kalau Dad James itu nakal sekali sewaktu di sekolah dan suka mengerjainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, senyum usil muncul di wajah Sirius, "Well yeah... memang benar begitu. Tapi James bukan orang jahat, dia kesal saja melihat Severus Yagyou setiap saat setiap waktu selalu saja berkutat dengan buku. seperti murid Ravenclaw saja, padahal dia Slytherin. Dan karena rasa usil James sedikit lebih tinggi dari orang normal, jadi Severus adalah sasaran empuk keisengannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry memandang Sirius, "Jadi— Daddy dan Dad James itu musuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Harry. Mereka bukan musuh, meski ya— hubungan mereka sedikit unik. Meski dengan cara yang membuat orang mengira mereka adalah musuh sejati, tapi baik James maupun Severus saling mengakui kemampuan masing-masing. Itu juga berkat ibumu, Lily, yang selalu bisa menghentikan James kalau candaannya sudah keterlaluan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya— ibumu itu satu-satunya orang yang tidak bisa dilawan oleh kami." Lanjut Remus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Harry bersinar di balik kacamata bulatnya, "Jadi... meski sering bertengkar, mereka berdua sebenarnya berteman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu benar." Kata Remus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Sirius mendengus, "Sebenarnya aku agak tidak terima juga sih waktu tahu kalau James dan Lily memilih Severus sebagai ayah asuhmu di surat wasiat mereka. Tapi— memang Severus pilihan yang tepat. Aku bekerja sebagai Auror, tak cocok mengasuh anak. Kalau Remus... kau tahu sendiri kondisinya. Kementrian tak akan mengizinkannya. Kalau kau tanya tentang Peter... Kementrian juga tidak akan menyerahkanmu pada orang yang keberadaannya tidak jelas dimana itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry memandang Remus. Ya—dia tahu jati diri Remus sebagai seorang manusia serigala, tapi itu bukan masalah, karena Harry belum pernah bertemu orang lain yang sebaik dan selembut Remus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagipula di antara kami yang masih hidup ini, Severus lah orang yang paling mencintai Lily. Karena itu dia begitu menyayangimu, sebagai harta yang ditinggalkan oleh Lily." Remus mengusap kepala Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daddy... mencintai Mum?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius dan Remus sama-sama tersenyum saat itu, tapi Sirius yang menjawab pertanyaan Harry, "Itu benar. Siapa pun di Hogwarts pada masa kami tahu kalau Severus suka pada Lily. Kupikir sampai akhirnya Lily menikahi James pun, Severus masih terus mencintainya... hingga saat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang?" Harry terdengar tak yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius menjawabnya dengan mantap, "Sampai detik ini, aku yakin hanya Lily yang dicintai Severus, jadi dia pasti tidak akan pernah meninggalkanmu, Harry. Dia tak mau dihantui Lily karena mengabaikanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelucon itu bisa membuat Harry tertawa, dan itu membuat Sirius juga Remus merasa lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah— sekarang apa apa marahmu pada Severus sudah hilang?" Tanya Remus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada semburat merah di wajah Harry, "Aku... jadi malu... ngambek seperti anak kecil begini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Harry membuat Sirius dan Remus tertawa geli, bersamaan mereka berkata, "Kau ini memang masih kecil kok, Harry."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan 'hiburan' dari Sirius juga Remus, Harry sudah bisa ceria lagi. Sekarang misinya sebelum berangkat ke Diagon Alley adalah untuk meminta maaf pada ayahnya. Harry pun menuju ke laboratorium bawah tanah di mana Severus berada. Pelan, Harry membuka pintu kayu itu dan menuruni anak tangga dari batu dengan berpegangan pada tembok. Dia tidak mau isiden saat dia berumur 5 tahun, terpeleset dan berguling-guling sampai lantai di bawah tangga ini, terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daddy?" Harry memanggil sang ayah, tapi tidak ada jawaban. "Daddy?" Harry akhirnya tiba di anak tangga terbawah. Dari sana dia bisa lihat kalau ternyata ayahnya tertidur dengan menjadikan lipatan kedua tangannya sebagai bantal di atas meja. Kertas-kertas berserakan di lantai dan beberapa bahan ramuan juga tergeletak di lantai. Perlahan Harry melangkah mendekati meja tempat Severus tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana, anak laki-laki itu terkejut dengan sebuah pigura kayu sederhana yang berisikan foto seorang wanita cantik berambut merah dan bermata hijau, foto ibunya. Foto sihir itu terus menampakkan sosok Lily yang masih memakai seragam Hogwarts. Senyum mengembang saat dia melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry pun tersenyum memandang foto ibunya, "Mum... aku memang kehilanganmu dan Dad... tapi kini aku punya seorang ayah yang luar biasa. Aku janji tidak akan cengeng lagi." Lalu tangan kecilnya menggapai wajah Severus dan menepuknya lembut, "Daddy.. Daddy bangun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak susah untuk membuat Severus terbangun. Pria itu membuka matanya dan sedikit terkejut melihat Harry ada di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daddy, aku pergi ke Diagon Alley dulu." Kata Harry dengan nada biasa yang cukup membuat Severus keheranan, padahal tadi wajah Harry sudah seperti dunia ini mau kiamat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi Severus bisa bicara, Harry sudah keburu bersuara lagi, "Aku... mau minta maaf. Soalnya tadi aku manja sekali. Aku tidak mau mendengarkan Daddy bicara." Harry memainkan tepian jubah yang dia pakai, "Sirius dan Remus sudah bicara padaku tentang alasan kenapa Daddy mau bekerja di Hogwarts. Sekarang aku sudah mengerti, dan aku tidak apa-apa kalau Daddy mau bekerja sebagai Potion Master di Hogwarts."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harry..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah lelaki itu tersenyum, "Lagipula Daddy pulang saat Natal, Paskah dan musim panas, kan? Aku akan bersabar di sini. Sirius juga menawari kalau aku mau tinggal di Grimmauld Place."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus memeluk Harry, "Thanks, son. Aku janji tidak akan melewatkan semua liburan yang aku dapat untuk pulang dan menghabiskannya bersamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeah— sebaiknya Daddy tepati janji itu," kata Harry, "sebab kalau tidak— aku akan berhenti bicara pada Daddy setahun penuh." Lanjutnya sambil tertawa pelan. Lalu dia melepaskan pelukan pada ayahnya, "Aku ke Diagon Alley dulu ya, karena ini sudah siang, kami akan makan siang di sana dan pulang agak malam. Tidak apa-apa kan, Daddy?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Severus tak akan melarangnya, "Asal kau janji tidak beli apapun dari toko-toko lelucon kesukaan si Padfoot itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry tertawa lgi, "Daddy tenang saja. selama ada Remus, Sirius tidak akan mengajakku ke tempat yang aneh-aneh." Kemudian Harry mencium pipi Severus, "Sampai nanti malam, Daddy. Aku akan minta Sirius mentraktir kita makan malam, jadi Daddy tidak usah memasak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah. Bersenang-senanglah." Severus mengacak rambut Harry yang memang berantakan itu dan membiarkannya berlari keluar dari lab. Lalu mata hitam Severus beralih pada foto Lily yang tak henti tersenyum, rasa hangat memenuhi jiwanya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau telah memberiku harta yang luar biasa, Lily. Aku bersumpah aku akan menjaganya sampai tiba saatku nanti untuk menemuimu." Jemarinya menyusuri bentuk pigura itu, "Dan kuharap itu masih akan lama sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagon Alley tetap ramai siang itu, toko-toko yang berjajar memamerkan barang-barang yang mereka jual dan ratusan penyihir berlalu lalang di jalan yang tak terdeteksi oleh orang yang tidak punya kemampuan sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry berjalan diapit Sirius dan Remus dengan wajah yang dihiasi senyum sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya bahagia sekali." Sirius memandang putra dari teman terbaiknya itu, "Apa yang kau rencanakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau membelikan hadiah untuk Daddy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadiah? Apa?" Tanya Remus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu set alat tulis baru. Aku punya tabungan dan aku akan belikan yang bagus untuk Daddy." Kata Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirius menepuk kepala Harry, "Kau memang anak baik, Harry."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu menjadi satu hari yang istimewa bagi Harry, hari dimana dia belajar untuk bersikap dewasa dan satu hari dimana dia tahu bahwa dia punya begitu banyak orang yang menyayanginya. Untuk saat ini, cita-citanya adalah untuk menjadi orang dewasa yang bisa menyayangi orang lain dengan tulus. Seperti ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Severus Snape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xoxoxoxoxoxoxox&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oxoxoxoxoxo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE END&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oxoxoxoxoxo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xoxoxoxoxoxoxox&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-7220918214106551190?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/7220918214106551190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=7220918214106551190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/7220918214106551190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/7220918214106551190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/04/father-of-mine-severus-harry-family.html' title='Father of Mine, Severus-Harry Family Fanfiction'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-7299332019204717362</id><published>2011-04-03T13:30:00.000+07:00</published><updated>2011-04-03T13:31:25.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fanfic'/><title type='text'>Kimi To Iu Hana, ShikamaruTemari Romance Fanfic</title><content type='html'>Kimi To Iu Hana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;君と言う花&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NARUTO © Kishimoto Masashi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimi ToIu Hana (A Flower Called 'You') © aicchan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Title taken from Asian Kung-Fu Generation's song-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Shikamaru – Sabaku no Temari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rated T for Romance and a little bit of Family&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENJOY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan deras tak henti membasahi bumi Konoha selama lebih dari dua hari. Desa ninja tersembunyi yang terletak di pegunungan dengan hutan lebat itu sedikit kewalahan dengan jumlah air yang terus meningkat, sampai-sampai kegiatan warga yang tidak menekuni dunia pershinobian harus dihentikan karena cuaca yang sungguh tigak bersahabat ini. Namun bagi mereka yang telah memilih jalan hidup sebagai seorang shinobi, hujan bukan halangan untuk melaksanakan misi yang terus masuk dan menumpuk di desa mereka tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah hiruk pikuknya kesibukan di desa itu, ada satu orang yang tampaknya ada dalam dunia idealnya sendiri. Tenggelam dalam lamunan dan memandang gelapnya langit di luar jendela. Sesekali dia menghela nafas panjang, membiarkan matanya mengikuti jejak air yang menyusuri permukaan kaca jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara Shikamaru sedang mengalami satu fase kehidupan yang menurutnya jauh lebih rumit dari misi apapun yang pernah dia laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan menjadi pengisi kegiatannya selama beberapa jam terakhir hingga akhirnya seseorang datang menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shikamaru! Kenapa kau malah diam melamun di sini?" Ujar seorang gadis berambut pirang panjang terikat. Yamanaka Ino, rekan satu tim Shikamaru semasa menjadi Genin dulu. "Hokage sama memanggilmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak usah mengeluh. Cepat pergi!" Ino menarik Shikamaru berdiri dan mendorongnya keluar ruangan tempat Shikamaru melamun sedari tadi. Setelah Shikamaru keluar dari ruangan itu, Ino menghela nafas, "Dasar dia itu... perlu diberi kuliah khusus lagi. Masa hal seperti ini saja jadi bingung setengah mati?" Gadis itu menyibak poni panjangnya, "Ya— ku rasa setelah ini aku akan menyeretnya ke kedai yakiniku lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Shikamaru berjalan malas-malasan menuju ke ruang Hokage, pemimpin tertinggi di Konoha. "Aah... pasti pekerjaan merepotkan lagi." Keluh Shikamaru. Dia berhenti di depan pintu berwarna merah dan mengetuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru pun masuk dalam ruangan yang penuh dengan dokumen itu. Di satu-satunya meja yang ada di sana Shikamaru melihat sosok berambut pirang dan mengenakan jubah putih yang tampak sibuk mengerjakan tumpukan dokumen di kedua sisi meja kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda memanggilku, Rokudaime sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah!" Sosok pirang itu akhirnya menegakkan kepala dan memandang Shikamaru dengan mata biru jernihnya, "Akhirnya kau datang juga. Dan ku bilang, jangan terlalu formal! Kita kan sebaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Shikamaru berkacak pinggang, "Tidak bisa seenaknya begitu, Naruto." Katanya pada mantan teman seangkatannya di akademi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah~ Kau ini lebih parah dari Neji. Dia saja jarang sekali memanggilku Rokudaime." Naruto lalu mengacak-acak satu tumpukan dokumen di dekatnya lalu menyodorkan sebuah map merah pada Shikamaru, "Yak! Satu misi ekspress ke Suna. Besok pagi kau berangkat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ee?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penjelasan lengkapnya sudah ada di dalam situ. Jadi... mohon bantuannya ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eeeee! K-kenapa mendadak begini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak terima protes. Pokoknya kau ke Suna, selesaikan misi di sana dan segera kembali ke Konoha karena aku butuh laporannya segera."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah? Kalau ini penting sekali, kenapa tidak kau berikan padaku dari kemarin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku lupa." Ujar Naruto ringan seolah ini hanya masalah dia lupa meletakkan alat tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya Shikamaru sudah terbiasa dengan sifat serampangan Naruto, tapi tetap saja, untuk mengatasinya butuh kesabaran ekstra, "Jadi... aku berangkat besok?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Besok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan langsung kembali ke Konoha?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah bertemu dengan Gaara dan membahas misi ini, ya— kau harus segera kembali ke Konoha plus laporanmu. Kalau sampai telat, Sakura chan bisa membunuhku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu kan salahmu sendiri." Batin Shikamaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto tersenyum lebar, "Nah— kalau begitu tunggu apa lagi? Aku masih banyak pekerjaan di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai tidak ingat kalau Naruto bukan lagi si pembuat onar seperti dulu, Shikamaru pasti sudah menjitak kepala pirang itu. Untunglah dia masih bisa menahan emosinya. Tak buang waktu, Shikamaru pun keluar dari ruangan itu dan meninggalkan gedung akademi, menembus hujan untuk pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tempatnya tumbuh besar, Shikamaru melepas sepatu dan jaket Chuunin yang dia pakai. Badannya basah kuyub tapi untungnya tadi dia sempat membungkus dokumen misinya dengan plastik hingga terhindar dari bencana lusuh karena air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaiknya aku mandi sebelum Kaasan mengomel lagi." Shikamaru meletakkan map misinya di atas rak sepatu dan langsung menuju ke kamar mandi. Hari itu... Shikamaru mandi sedikit lebih lama dari biasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas terik udara Suna sungguh berbalik 180 derajat dengan Konoha yang berada dalam puncak musim hujan yang mungkin curah hujannya bisa menyaingi Ame gakure. Shikamaru berdiri di gerbang Suna dan mengurus izin masuk ke desa aliansi terdekat Konoha itu. Setelah beres, dia pun melintasi lorong panjang yang menjadi akses utama keluar masuk desa Suna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah—Shikamaru san."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menoleh saat mendengar suara seorang gadis. Ternyata Matsuri, salah satu kunoichi Suna yang lumayan sering datang ke Konoha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada urusan apa?" Tanya Matsuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya sedikit ini dan sedikit itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsuri tertawa mendengar penjelasan ala Shikamaru itu, "Ya baiklah. Terserah. Aku harus pergi sekarang, ada misi. Tapi kalau Shikamaru san mencari Temari sama, ia biasanya ada di gedung akademi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"S-siapa yang mau mencari dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat wajah Shikamaru yang seperti itu malah membuat Matsuri terbahak, "Ya terserah deh. Aku pergi dulu ya. Sampai jumpa, Shikamaru san."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria muda berambut seperti nanas itu pun meneruskan langkahnya menuju ke gedung akademi. Bukan— Bukan untuk menemui Temari, tapi karena memang urusannya di Suna berpusat di gedung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah— Nara san, anda sudah datang rupanya." Salah seorang Chuunin Suna menghampirinya, "Kazekage sama sudah menunggu dan anda diminta langsung menemuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru pun diantar menuju ke ruang kerja pimpinan desa Suna ini. setelah dipersilahkan masuk, Chuunin Suna itu pun meninggalkan Shikamaru sendiri. Di dalam ruangan bulat itu, Shikamaru melihat seorang pemuda sebayanya yang berambut merah duduk di meja kerja dan memandang lurus padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kau tetap berdiri di sana, pekerjaan ini tidak akan selesai." Ujar Gaara, Godaime Kazekage di Suna ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tanpa repot berbasa-basi, Shikamaru pun menyerahkan berkas misi yang sia bawa pada Gaara. Selaginya Kazekage muda itu membaca isi dokumennya, Shikamaru malah sibuk berpikir. Sebenarnya... memang beberapa hari belakangan ini kepalanya dipaksa berpikir lebih berat dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gara-gara ucapan ibunya seminggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shikamaru, sekarang kau sudah 23 tahun," Ujar Yoshino membuka pembicaraan di waktu makan malam, "apa kau tidak terpikir untuk menikah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu membuat sumpit Shikamaru terjatuh dengan suksesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aah... Kaasan sudah tidak sabar ingin menimang cucu." Yoshino menghela nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru memandang tak percaya pada ibunya, "C-cucu? Yang benar saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa tidak?" Kata Yoshino, "Umur 20 tahun, ayahmu sudah melamar ibu, dan saat umur ibu 23 tahun, kau sudah lahir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu kan jaman dulu." Batin Shikamaru. "Tapi yang benar saja? Menikah? Memangnya menikah itu gampang? Merepotkan saja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu Yoshino memukul kepala Shikamaru dengan sendok nasi, "Jangan bicara sembarangan. Kalau kau sudah menikah, kau baru bisa dibilang lelaki sejati. Memiliki istri dan keluargamu sendiri. Benar begitu kan, Tousan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikaku, yang sedari tadi memilih diam dan menikmati makan malamnya, akhirnya bicara juga, "Ya— ku rasa memang sudah waktunya." Ujar pria itu, "Punya cucu pasti menyenangkan sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati kutulah Shikamaru saat itu. Sang ayah yang biasanya cuek, sekarang malah satu pendapat dengan ibunya. Tapi mau menikah bagaimana? Pacar saja tidak punya. Seumur-umur kenalan wanita Shikamaru itu minim sekali. Paling Ino, Sakura dan Hinata saja yang lumayan dia kenal. Dan semuanya sudah punya pasangan sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, dalam ingatannya muncul satu wanita lain yang tanpa Shikamaru sadari, sudah menjadi sosok yang penting baginya. Wanita yang ada jauh di negri tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh... apa memang harus dengan dia ya?" Shikamaru mengambil lagi sumpitnya yang terjatuh, "Ya— doakan saja aku tidak mati sebelum bisa mengajukan lamaran padanya." Gumam Shikamaru pelan, namun sayang sang bunda bisa mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eeh... apa apa? Jadi memang sudah ada calon, ya? Siapa? Ibu kenal dia? Kunoichi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru menghela nafas, "Dibilang kenal juga... bagaimana ya? Tapi dia kunoichi kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu cepat lamar dia. Kalau kau malas-malasan nanti direbut orang, lho!" Ujar Yoshino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rebut..." Shikamaru menyuapkan nasi ke mulutnya, "Memang ada ya lelaki lain yang berani dekat-dekat dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi meski begitu... Shikamaru mendadak saja bertekad untuk mewujudkan harapan orang tuanya. Ya— meski bisa dibilang dia tidak dalam tahapan 'berpacaran', sekarang... Tapi paling tidak bisa boleh berbesar kepala karena dialah satu-satunya pria yang dicari nona dari Suna itu setiap kali berkunjung ke Konoha. Dan dia juga satu-satunya pria yang bisa mengajaknya keluar untuk sekedar makan dango dan minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin... itu adalah sinyal yang tidak pernah tertangkap oleh otak Shikamaru yang agak-agak tumpul kalau berurusan dengan yang namanya 'cinta'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan Shikamaru buyar saat telinganya menangkap suara Gaara memanggilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan bahas ini dalam rapat besok. Kau bisa pergi sekarang." Ujar Kazekage itu tanpa mengangkat kepalanya dari dokumen yang dia baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah— baiklah." Chuunin Konoha itu pun segera keluar dari ruangan Kazekage. Setelah ini dia masih harus cari penginapan untuk menginap selama tinggal di Suna. Setelah keluar dari gedung akademi, udara panas dan kering membuat Shikamaru merasa haus. Sepertinya dia harus mengisi perut dan meredam dahaganya sebelum perburuan mencari penginapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru pun memilih kedai yang tak jauh dari gedung akademi, namun sebelum dia melangkah masuk, ada suara yang dia kenal memanggil namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah— Tuan Pemalas, ternyata kau ada di Suna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru mendapati sosok yang terus bergentayangan dalam tiap lamunannya. Temari, si sulung dari tiga bersaudara yang menduduki posisi penting di Suna ini. Bagaimana tidak, si bungsu yang seusia dengan Shikamaru sudah menjadi Kazekage sejak usianya yang ke-15 tahun. Kankurou, putra pertama adalah kepala dari tim peneliti dan pengembang Kugutsu no Jutsu. Temari sendiri adalah kepala bagian akademis yang memiliki peran besar dalam hubungan Suna dan desa-desa shinobi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan kau datang?" Temari berhenti di depan Shikamaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm..." Temari baru sadar kalau mereka ada di luar kedai, "Kau mau makan siang? Keberatan kalau aku temani?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pucuk di cinta ulam pun tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah mereka berdua masuk ke kedai itu dan memesan makan siang. Keduanya duduk di dekat jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi ada urusan apa di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Urusan untuk membahas ujian Chuunin. Sepertinya dua Kage itu masih bingung harus dilaksanakan di Konoha atau Suna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya repot. Tumben kau yang dikirim? Tumben juga kau menyanggupinya." Temari menuang teh yang menjadi minuman tanpa bayar di kedai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya... sedang luang saja. Lagipula... memang ada sesuatu yang ingin aku lakukan di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmm." Temari menghabiskan isi cangkirnya. "Tidak tahu kenapa, ada yang berbeda darimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan mereka terhenti sejenak karena pelayan kedai itu sudah mengantar pesanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi— apa boleh aku tahu apa urusan lainmu di Suna selain misi yang kau bawa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru memisahkan sumpit kayunya tanpa bicara, "Bagaimana caranya aku bilang kalau urusan itu bersangkutan denganmu?" batinnya seraya memandang Temari yang juga sedang memandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi?" Tanya Temari lagi, "Apa sekarang kau sudah bermain rahasia padaku? Tak biasanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan rahasia... Hanya... aku masih butuh waktu berpikir lagi..." Kata Shikamaru akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temari mengangkat bahunya, "Ternyata kau memang benar-benar aneh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan siang itu diisi obrolan ringan, mengingat ini kali pertama mereka bertemu setelah empat bulan terakhir. Jadi mereka sengaja tidak menyinggung tentang urusan akademi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana seperti ini membuat Shikamaru lagi-lagi berpikir... apa Temari memang punya perasaan khusus padanya? Mengingat kalau si gadis yang terkenal judes dan galak itu, entah kenapa mudah sekali tertawa kalau ada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan terlalu besar kepala." Seruan hati Shikamaru mendadak terdengar, "Bisa jadi itu hanya reaksi wajar karena kalian sering bertemu tiap kali ada misi yang berkaitan antara Konoha-Suna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, Temari mengantar Shikamaru untuk mencari penginapan. Berhubung saat ini Suna sedang sepi sekali, jadinya tak sulit menemukan penginapan yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku rasa kau pasti lelah. Istirahatlah." Temari pun berbalik dan bersiap untuk pergi meninggalkan Shikamaru di depan kamar yang disewanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa saat itu Shikamaru menahan laju langkah Temari, "Ano—"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Temari berhenti dan berbalik, "Ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emm… nanti… bisa temani aku makan malam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh?" Temari benar-benar terkejut atas ajakan yang tidak biasa itu. "Makan malam? Kau mengajakku kencan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temari tertawa melihat wajah Shikamaru saat itu, "Baiklah baiklah, Tuan Pemalas. Tapi kau harus menjemputku di rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jemput aku malam ini jam tujuh di rumahku." Ulang Temari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa aku harus menjemputmu? Di Konoha kita selalu bertemu di kedai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada senyum di wajah Temari saat itu, "Karena tidak mungkin kan seorang gadis menjemput pria saat berkencan?" Katanya. "Nah— sampai nanti malam kalau begitu." Gadis pirang berkuncir empat itu pun melangkah pergi sambil melambai ringan pada Shikamaru yang mematung di depan pintu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh sekian menit sampai otak Shikamaru bekerja lagi, "... Eeee! Tadi dia bilang apa? Kencan? Aku dan dia? Di Konoha?" Entah pada siapa dia bicara, "Jadi selama ini... aku dan dia memang... berkencan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada orang lewat, pastinya Shikamaru sudah dibawa ke bagian medis untuk diperiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak Shikamaru yang terkenal jenius pun masih belum bisa mencerna semua kata-kata Temari barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dinding menunjukkan pukul 7 kurang sekian belas menit. Shikamaru berdiri di depan jendela, memandang wajah malam Suna yang berbeda dari Konoha. Setelah berpikir serius dan bahkan mungkin berlipat kali lebih serius daripada memikirkan masalah misi, akhirnya Shikamaru meneguhkan hati untuk melaksanakan niatnya. Meski itu berarti dia harus menghadapi sang Kazekage dan master Kugutsu di Suna ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Osh! Semoga satu nyawa ini bisa bertahan sampai besok." Gumamnya, "... Apa... sebaiknya bawa perlengkapan juga ya? Untuk jaga-jaga saja..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenyahkan semua pikiran buruknya, Shikamaru pun bersiap untuk pergi. Datang lebih awal tentu lebih baik dari pada terlambat kan? Menyambar jaket Chuunin miliknya, dia pun meninggalkan penginapan dan menuju ke rumah Temari. Ini kali pertama dia menuju ke sana. Biasanya hanya sekedar lewat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam di Suna lumayan dingin, tak seperti siangnya yang panas membara. Shikamaru melangkah menuju ke arah rumah Temari. Tegangnya melebihi saat melaksanakan misi A. Atau bahkan lebih tegang dari perang besar sekian tahun silam. Waktu dan jarak seperti membodohi Shikamaru karena tanpa disadari, dia sudah sampai di depan rumah Temari. Rasanya seperti benar-benar maju perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menarik nafas panjang, Shikamaru pun mengetuk pintu rumah itu. Tiga kali ketukan dan Shikamaru bisa mendengar suara Temari dari dalam. Tak lama, pintu pun terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah— kau sudah datang rupanya. Kita pergi sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru masih berdiri diam di ambang pintu yang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu membuat Temari heran, "Kenapa kau diam saja? Wajahmu juga kenapa tegang begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru berdehem, "Apa... Apa kedua adikmu ada di rumah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hm? Gaara dan Kankurou? Ada. Mereka baru saja pulang. Kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yosh! Waktunya berperang!" Batin Shikamaru, "Boleh aku bicara dengan mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya ini benar-benar satu permintaan yang tidak biasa, apalagi keluar dari diri seorang Nara Shikamaru. "Bicara... dengan mereka? Untuk apa? Urusan akademi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan. Lebih penting lagi." Shikamaru melepas sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"T-tunggu. Kau mau bicara apa dengan mereka?" Meski keheranan, Temari tetap menyiapkan surippa untuk Shikamaru, "Kau serius?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini saat paling serius dalam hidupku." Shikamaru memakai surippa itu dan memandang Temari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandang lurus dan penuh makna seperti itu, Temari jadi gugup sendiri. Dia tidak terbiasa melihat wajah Shikamaru yang serius seperti ini. Shikamaru yang dia kenal adalah seorang pria yang kelewat easy going dan memandang semua masalah dengan enteng. Sorot mata yang serius seperti ini, mendadak membuat Temari jadi berdebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi... dimana mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh? A— mereka ada di ruang keluarga. Sebelah sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru mengikuti Temari yang menuju ke sebuah ruangan di tengah rumah itu. Temari membuka pintu dan Shikamaru bisa melihat Kankurou sedang duduk di sofa, memeriksa beberapa bagian boneka kugutsu, sementara Gaara duduk di sofa berbeda dan membaca sebuah dokumen, mungkin dokumen dari Suna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bersaudara itu berpaling untuk melihat siapa yang masuk; dan mereka terkejut dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naa, neesan, tenyata kau mau keluar dengan dia? Begitu saja pakai rahasia." Kankurou kembali pada apa yang dia kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang mau keluar... kenapa masih ada di sini?" Gaara pun kembali membaca dokumen di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temari berkacak pinggang pada dua adiknya itu, "Kalian ini tidak sopan sekali pada tamu. Dia sepertinya mau bicara dengan kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya?" Kankurou memandang kakak sulungnya, "Kenapa 'sepertinya'? Memang neesan tidak tahu dia mau bicara apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa menjawab, Temari hanya diam dan memandang Shikamaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oi oi oi... kenapa mukamu tegang begitu?" Kankurou meletakkan bagian boneka kugutsu yang sejak tadi dia pegang, "Jangan bilang kalau kau datang kemari mendadak begini untuk melamar kakak perempuan kami." ujar Kankurou dengan seratus persen nada bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kankurou!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya menebak. Habisnya... neesan tak pernah bilang sedang berkencan dengan siapa, tahu-tahu si rusa ini datang di saat neesan bilang akan makan malam di luar dan menelantarkan adik-adiknya ini di rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak menelantarkan kalian! Gaara! Jangan diam saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi si bungsu sepertinya tidak berniat ikut campur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru sendiri masih diam melihat dan mendengar Temari sedang heboh sendiri dengan Kankurou. Sepertinya kalau diteruskan, bisa sampai pagi baru suasana tenang lagi, jadi Shikamaru memutuskan kalau ini saat yang tepat untuk mengutarakan maksud kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatah kata dari Shikamaru itu sanggup membuat Temari dan Kankurou terdiam. Sedang Gaara langsung melupakan isi dokumen yang dia baca. Tiga bersaudara itu memandang Shikamaru dengan raut wajah bercampur baur. Heran, kaget, bingung, tidak menyangka dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru menelan ludah paksa menghadapi tiga pasang mata yang tak berkedip memandangnya. Tapi tekadnya sudah bulat dan -untungnya- tekadnya itu tidak tergoyahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku... memang datang kemari untuk melamar Temari..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening untuk sesaat sebelum akhirnya tiga bersaudara itu mengekspresikan rasa terkejut mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eeeehhh? Melamar? Aku? Tapi kau tidak pernah tahu kau punya rencana seperti itu?" seru Temari yang –tak seperti biasanya- terlihat panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kau sudah tahu kan?" Jawab Shikamaru santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu dulu!" Kankurou berdiri, "Kau ini serius atau sedang main-main?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak akan main-main untuk urusan seperti ini." Kata Shikamaru, lebih tegas lagi. Dia pun memandang Temari, "Aku... datang kemari untuk melamar Temari sebagai istriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pernyataan lugas yang kali ini benar-benar membuat tiga bersaudara dari Suna itu diam tanpa kata. Kankurou seperti baru saja terkena genjutsu yang sangat hebat, sedangkan Temari berdiri diam dengan wajah merah padam. Kalau sudah begitu, dia tampak manis sekali di mata Shikamaru. Yang jadi masalah bagi Putra tunggal keluarga Nara itu saat ini adalah sosok si bungsu yang masih bergeming di tempat duduknya, namun ada sorot berbahaya di bola mata hijau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh-oh... Shikamaru memang sudah siap dengan situasi yang seperti ini. Tapi rupanya dia sedikit salah perhitungan tentang reaksi dari Gaara yang memang, Shikamaru tahu benar, sangat sulit diprediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih diam, Gaara meletakkan dokumen yang sedari tadi dia pegang. Kemudian dia berdiri dan memandang lurus pada Shikamaru. Sadar benar kalau ini bukan saatnya dia bicara, Shikamaru diam dan berusaha untuk tidak mengalihkan pandangannya dari mata Gaara. Kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa dia dikira tidak serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akui kau punya nyali untuk melamar kakakku seperti ini." Kata Gaara akhirnya, "Tapi jangan harap aku akan semudah itu menyetujuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru menelan ludah pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu sendiri, neesan satu-satunya saudara perempuan kami, dia penting bagi kami." Gaara berdiri di sebelah Temari, "Aku tidak akan menyerahkannya pada orang yang tidak bisa membahagiakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaara..." Temari terharu mendengar kata-kata dari Gaara, tapi dia juga amat bahagia karena Shikamaru melamarnya. Ini situasi yang membawa dilema berat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaara benar." Sambung Kankurou yang berdiri di sisi lain Temari, "Lagipula apa kau pikir kami bisa dengan mudah menyerahkan Temari padamu? Kau pikir Suna dan Konoha itu dekat apa? Pernikahan itu kan persiapannya tidak sebentar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kankurou..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru menggaruk pipi dengan telunjuknya, "Ya... aku tahu pernikahan itu tidak mudah. Aku juga tahu kalau aku mungkin bukan tipe ideal untuk menjadi seorang suami. Tapi... aku hanya menginginkan Temari sebagai istriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini jantung Temari benar-benar berdebar tidak karuan karena kata-kata Shikamaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini kalian berdua tidak resmi berkencan, kan?" Kankurou berkacak pinggang, "Bagaimana mungkin kau bisa langsung melamar seorang gadis yang bahkan bukan kekasihmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sudah ada dalam pikiran Shikamaru sejak sekian hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu karena... Terlalu lama berpacaran akan membuat pasangan cepat bosan jika sudag menikah karena sudah terlanjur tahu apa kesukaan dan apa yang tidak disuka oleh pasangan. Sedangkan jika langsung menikah, bisa saling mengenal satu sama lain dengan perlahan. Menurutku... itu jenis hubungan yang paling sempurna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kankurou sempat tercenung sejenak mendengar alasan Shikamaru yang tak tahu kenapa, terdengar sangat masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kau tetap berkeras melamar Temari?" tanya Gaara, "Meski artinya bisa dikatakan dengan kasar kalau kau ingin mengambil satu-satunya figur ibu yang kami miliki?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ini benar-benar tidak terpikirkan oleh Shikamaru sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya saat itu Kankurou bicara lagi, "Sudahlah, Gaara. Akui saja kalau kita kalah." Kankurou berpindah tempat dan merangkul pundak adik bungsunya itu. "Sampai saat ini cuma dia yang berani terang-terangan melamar neesan, di hadapan kita berdua pula. Masa kau masih tidak yakin dengan tekadnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara tampak kesal, "Aku hanya tidak yakin apa tekad itu akan bertahan lama." Katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Gaara membuat Kankurou terbahak, "Gaara~ Gaara~ Bagaimana jadinya kalau desa lain tahu Kazekage dari Suna ternyata Sister Complex."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan begitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kankurou menepuk-nepuk punggung Gaara, "Sekarang lebih baik tanyakan sendiri pada neesan, dia mau atau tidak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara pun memandang satu-satunya kakak perempuan yang dia punya, "... Apa neesan... ingin menikah dengannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah Temari lihat raut wajah Gaara yang seperti ini. Terlihat seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggal sendirian di rumah. Gadis itu tersenyum, "Memang benar aku dan Shikamaru tak pernah secara resmi menjadi kekasih. Tapi, Gaara... Shikamaru adalah satu-satunya orang yang selalu memperlakukan aku sebagai seorang wanita. Dalam misi atau dalam keadaan biasa. Shikamaru adalah satu-satunya yang bisa menerima keegoisanku, kekeraskepalaanku, juga kadang sikap manja yang tak bisa aku tujukan padamu dan Kankurou."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temari memandang Shikamaru yang masih berdiri mematung di tempatnya, "dan ya... aku ingin mendampinginya sebagai seorang istri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat wajah Temari yang dipenuhi rasa bahagia itu membuat Gaara luluh juga, "Kalau begitu aku ingin neesan berjanji satu hal padaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temari kembali memandang Gaara, "Apa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berbahagialah! Dan kalau di rusa itu membuatmu menangis, aku sendiri yang akan menjemput neesan kembali ke Suna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan airmatanya mengalir keluar, Temari memeluk kedua adik tersayangnya, "Kalian berdua sudah dewasa, kalian pasti akan baik-baik saja tanpa aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Kankurou tak pernah melihat kakak mereka menangis seperti itu. Tapi jika itu adalah tangis bahagia, mereka tidak akan merusak kebahagiaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kankurou kini memandang Shikamaru, "Tadi itu lamaran yang agak aneh, menurutku." Katanya, "jadi sekarang sampaikan lamaran yang normal pada neesan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan 'eh'." Kankurou berkacak pinggang lagi, "Utarakan dengan sedikit romantis kalau kau ingin meminang seorang gadis. Bukan dengan kehebohan seperti tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kankurou!" Temari hendak mencegah, tapi Gaara memotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku setuju denganmu, Kankurou. Kalau kau tidak bisa bersikap sedikit lembut, aku cabut persetujuanku barusan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaara~" Kali ini Temari pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru sendiri, karena ini tantangan langsung, dia tidak mungkin mundur. Jadilah dia berdehem sekali sebelum melangkah mendekati Temari. Dia meraih tangan Temari dan menggenggam jemari gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Temari... Maukah kau menikah denganku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi airmata yang tak biasa ada mengalir di pipi Temari, dia tersenyum dan mengangguk, "Ya, Shikamaru... Aku bersedia." Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya itu cukup memuaskan bagi Gaara dan Kankurou. Kedua adik Temari itu bahkan langsung memutuskan untuk ke Konoha dan menemui keluarga Shikamaru. Karena kedua orang tua mereka sudah tidak ada, kewajiban Kankurou dan Gaara untuk mengantar sang kakak untuk melangkah masuk dalam kehidupannya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan sebagai seorang istri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun rintik saat Shikamaru melangkah menuju ke rumahnya. Kali ini dia tidak sendiri, Temari berjalan di sampingnya, berlindung dari tetes air langit di dalam satu payung dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ku rasa Kaasan dan Tousan akan heboh kalau aku mengenalkanmu pada mereka." kata Shikamaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umm... apa mereka akan setuju?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru memandang Temari sekilas, "Pasti setuju. Pada dasarnya mereka itu tidak muluk kok. Lagipula yang menikah kan aku, bukan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temari tertawa mendengar kata-kata Shikamaru, "Kau sudah berubah ya. Biasanya kau pasti bilang 'merepotkan' atau 'menyebalkan'." Saat itu Temari menggenggam tangan Shikamaru, "Aku akan berjuang menjadi istri yang baik. Jadi kau juga harus berjuang menjadi suami yang baik. Ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru menghela nafas, "Itu yang paling 'merepotkan'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hening sejenak, mereka berdua tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yoroshiku ne, Anata (1#)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aa... Kochira koso."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru menggenggam tangan Temari dan di bawah rinai hujan yang turun dengan lembut, dia dan Temari berbagi satu ciuman manis yang menjadi awal dari perjalanan baru mereka. Memang bukan perjalanan yang mudah, kehidupan berumah tangga itu, tapi mereka tahu, jika mereka jalani berdua, maka tak akan ada hal yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shikamaru membuka pintu rumahnya dan berseru dengan suara lantang, "Kaasan—Tousan, Aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE END&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-7299332019204717362?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/7299332019204717362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=7299332019204717362' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/7299332019204717362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/7299332019204717362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/04/kimi-to-iu-hana-shikamarutemari-romance.html' title='Kimi To Iu Hana, ShikamaruTemari Romance Fanfic'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-5845996436327112206</id><published>2011-04-03T13:22:00.002+07:00</published><updated>2011-04-03T13:30:11.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fanfic'/><title type='text'>Planetarium , GaaNaru Friendship Fanfic</title><content type='html'>Planetarium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;プラネタリウム&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NARUTO © Kishimoto Masashi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planetarium © aicchan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara - Naruto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friendship – Science Fiction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternate Universe Fiction for Gaara's Birthday on 19th January&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENJOY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;387 Universe Calendar, atau dengan penanggalan lama, tahun 2478 Masehi, masa yang menandai waktu dimana kehidupan mahkluk hidup telah menyebar ke luar angkasa. Koloni-koloni dibangun sebagai sarana kehidupan manusia. Teknologi canggih telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan perjalanan antar bintang pun telah menjadi aktivitas harian yang tanpa hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua kecanggihan teknologi dan kemajuan hidup manusia dibayar dengan harga yang sangat mahal. Mortheland, bumi tempat pertama manusia terlahir, mengalami kerusakan akibat ledakan nuklir yang terjadi lebih dari 200 tahun yang lalu. Satu kesalahan fatal dari kesombongan dan ketamakan manusia yang menjadi ancaman kepunahan rantai ekologi kehidupan di tanah yang dulunya subur dengan langit biru itu. Kini keadaan bumi tak lebih dari satu bintang sekarat yang mencoba mempertahankan denyut kehidupannya dari belas kasih para manusia yang masih peduli padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok manusia mencoba menjawab panggilan dari tanah leluhur mereka, terdiri dari ahli di berbagai profesi yang berkaitan dengan teknologi dan lingkungan, mereka berjuang demi mengembalikan nafas kehidupan di jantung tanah tempat manusia hidup sejak jaman dahulu itu. Satu organisasi yang menamakan diri sebagai Green Earth berjuang demi kembalinya bumi seperti sedia kala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesawat penerbangan lintas planet mendarat di bandara utama koloni manusia di bulan. Pusat pengembangan dan penelitian teknologi yang seolah tak akan pernah ada akhirnya. Dari dalam pesawat bermuatan 300 penumpang itu, turunlah seorang remaja berusia empat belas tahun, berambut merah bata dan paras wajah yang cukup untuk membuat para gadis menoleh saat melewatinya. Mata hijaunya mengamati layar-layar di penjuru bandara raksasa itu dan mencocokkan dengan ID Card digital di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gate Lunar 13, jam 14.15 waktu bulan." Gumamnya seraya memandang jam tangan digitalnya yang berubah secara otomatis dan menyesuaikan dengan waktu di satelit alami bumi itu. Dia melangkah menuju ke tempat yang tertera di ID Cardnya dan menemui seorang resepsionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik meja putih bundar bertuliskan 'Gate Lunar 13' itu, seorang wanita cantik berambut hitam panjang dan bermata merah menyapanya ramah, "Selamat siang, saya Kurenai, ada yang bisa saya bantu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda bermata hijau itu menyerahkan ID Cardnya pada Kurenai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah— peserta seminar Green Earth rupanya. Bisa sebutkan nama, nomor identitas siswa dan koloni asalmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namaku Gaara, nomor identitas siswa MR-35670 dari koloni 02 di Mars Ring." Ujar pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer di meja itu berbunyi sekali dan suara dari mesin konfirmasi terdengar, "Data suara di konfirmasi." Lalu dari meja yang semula datar muncullah sebuah alat untuk mengkonfirmasi sidik jari juga retina mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbiasa dengan aturan di tiap bandara, Gaara pun melakukan semua prosedur tanpa kikuk sama sekali. Setelah menerima izin masuk, Gaara pun menuju ke sebuah pesawat shuttle yang akan membawanya ke Shelter 19 di bulan, tempat dimana seminar mengenai lingkungan di bumi akan diselenggarakan selama tujuh hari ke depan. Sepertinya ada waktu lima belas menit lagi sebelum pesawat kecil berkapasitas 10 orang itu berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara duduk di bangku paling belakang dan dekat dengan jendela, lalu dia mengeluarkan sebuah pocketscreen dari dalam kopernya. Dia memangku layar datar itu dan mengaktifkannya. Dengan lincah jemarinya menyentuh layar touchscreen itu dan program yang dia aktifkan terproyeksi secara tiga dimensi di hadapannya. Jemarinya beralih pada layar-layar proyeksi dari pocketscreennya. Dia membuka satu dokumen berisi novel yang dia sukai dan tak mempedulikan pesawat yang mulai penuh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia sepinya terusik saat sebuah suara menembus gendang telinganya, "Hai. Keberatan kalau aku duduk di sebelahmu? Yang lain sudah penuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara mengangkat wajahnya yang sedari tadi terpaku di depan layar dan menemukan seorang pemuda seusianya berdiri di lorong pesawat. Rambutnya pirang, bermata biru jernih dan memiliki senyum yang paling ceria yang pernah Gaara lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pertanyaan darinya, Gaara pun menjawab, "Silahkan saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda pirang itu pun meletakkan kopernya di bagasi atas bangku sebelum menyamankan diri di tempat duduk yang dirancang khusus dengan tingkat kenyamanan yang luar biasa. "Namaku Naruto dari Koloni 00 Venus Ring. Siapa namamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaara... dari koloni 02 Mars Ring."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh! Kalau begitu kau pasti pintar sekali! Perguruan di sana kan terkenal karena siswa-siswa yang berotak cerdas." Kata Naruto antusias, "Tapi tumben ada siswa Mars yang tertarik dengan lingkungan Bumi? Biasanya disana kan selalu memilih pengembangan teknologi luar angkasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Hanya ingin mencari bahan berbeda untuk laporan di ujian terakhirku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm... Apa ini kali pertama kau ikut seminar Green Earth?" Tanya Naruto yang ternyata tipe orang yang sangat supel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak. Ini yang kedua kali. Pertama aku ikut saat mereka mengadakan seminar di perguruan yang ada di koloni 04 Mars Ring."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto mengangguk-angguk, "Ini kali pertama aku diizinkan keluar dari koloni sih, makanya aku semangat dan penasaran sekali." Dia tersenyum riang, "Mohon bantuannya tujuh hari kedepan ya, Gaara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusias Naruto hanya dibalas anggukan dari Gaara yang langsung tenggelam lagi dalam dunianya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pesawat shuttle itu melesat meninggalkan bandara dan melintasi permukaan bulan yang kini penuh oleh bangunan hasil karya manusia. Satu shelter untuk fungsi yang berbeda. Dan jarak shelter 19 adalah perjalanan sekitar 5 jam dengan pesawat kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara mematikan pocketscreen-nya dan bersandar sejenak. Sedangkan Naruto sudah terlelap satu jam setelah pesawat tinggal landas. Gaara memandang seisi pesawat itu, memang hanya ada remaja-remaja seusianya atau satu dua tahun lebih tua darinya. Sepertinya ada beberapa yang berasal dari koloni yang sama, atau bahkan sama sekali asing satu sama lain. Sepertinya seminar ini akan jadi menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan itu berakhir saat pesawat shuttle mendarat di sebuah bandara kecil di dalam shelter berbentuk bulat yang dikelilingi oleh kawah-kawah di permukaan bulan. Semua penumpang turun dan terkagum-kagum melihat interior dari shelter itu. tak seperti shelter lain yang mereka tahu hanya terbuat dari sekumpulan besi dan minimnya tumbuhan, shelter ini justru kebalikannya. Di seluruh penjuru shelter terdapat area yang dipenuhi tumbuhan hijau. Pepohonan, rerumputan juga bunga. Satu pemandangan yang mereka lihat hanya di buku dongeng tentang tanah nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kekaguman mereka selesai, muncullah seorang pria berambut hitam panjang yang terikat rapi dengan bekas luka melintang di wajahnya. Pria itu memakai jubah putih khas peneliti dan berwajah sangat ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat siang, peserta seminar lingkungan Green Earth." Sapanya, "Perkenalkan, nama saya Iruka, saya yang akan memandu kalian selama kegiatan di sini berlangsung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Iruka membawa mereka ke sebuah ruangan yang mirip dengan ruang kelas tempat mereka menimpa ilmu di perguruan di koloni masing-masing. Kesepuluh peserta seminar itu pun duduk di tempat duduk yang ditata bertingkat itu. Iruka berdiri di podium di depan sebuah layar besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan baru akan dimulai esok hari, jadi kali ini saya hanya ingin menjelaskan sedikit tentang apa yang kami kerjakan di sini." Kata Iruka, "Saya bertugas sebagai peneliti tanah dan kandungan material yang diambil langsung dari Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kalian tahu, berabad lalu Bumi adalah tanah yang paling subur di alam semesta ini, namun akibat satu kesalahan manusia, Bumi berubah menjadi tanah sekarat yang bahkan hanya memiliki sedikit kandungan oksigen. Tanah yang semula menjadi pijakan kehidupan manusia dan telah berusia milyaran tahun, dalam jangka waktu sekian menit saja langsung berubah karena ledakan nuklir yang maha dahsyat yang juga melenyapkan ekosistem kehidupan di dalamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar di belakang Iruka menampilkan gambar sebuah hutan hijau dengan sungai jernih yang dipayungi oleh langit biru yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini— adalah sisa-sisa dokumentasi masa lalu yang tetap tersimpan dengan rapi. Dokumen yang menyimpan harapan bahwa kelak Bumi bisa kembali seperti sedia kala dan manusia bisa kembali hidup di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu layar terbagi dua dan separuhnya menunjukkan kondisi Bumi di masa ini. Langit tak lagi tampak biru, namun terlihat pucat keabuan, sinar matahari seolah tak sampai pada permukaannya. Hutan tak lagi lebat dan hijau menyegarkan, namun berganti tonggak-tonggak kayu yang keropos dimakan waktu dan dirusak polusi. Tanah berwarna kehitaman dan sungai-sungai dialiri air yang berlumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keadaan ini sudah jauh lebih baik daripada masa 50 tahun pertama setelah ledakan nuklir maha dahsyat yang menghancurkan kehidupan di permukaan Bumi. Masa dimana gunung-gunung berapi meletus hampir di saat yang bersamaan, es di kutub utara dan selatan mencair akibat panas dari reaksi ledakan yang menghancurkan sebagian benua yang dulu bernama Eropa dan Asia. Namun kerja keras organisasi ini mulai membawa hasil. Kami mulai mengembangkan teknologi untuk memurnikan lagi tanah dari pengaruh radioaktif hingga biji-biji tanaman bisa kembali tumbuh, seperti yang kalian lihat di shelter ini. Harapan kami adalah, kelak tanah di Bumi bisa kembali subur dan pepohonan kembali tumbuh di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar itu padam dan digantikan oleh simbol Green Earth. Sebuah pohon besar yang menaungi manusia dan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tugas kamilah untuk mengembalikan Bumi kita, Motherland kita, seperti sedia kala. Dan tugas kamilah, untuk menemukan penerus yang akan melanjutkan apa yang telah dimulai oleh pendahulu untuk menghidupkan kembali Bumi, menghidupkan kembali tanah yang menjadi awal dari kehidupan manusia. Jika apa yang kami teliti dan kembangkan di sini berhasil disempurnakan, mungkin dalam waktu 70— ah, tidak, mungkin 50 tahun lagi, langit biru akan kembali hadir di Bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Iruka tersenyum memandang sepuluh orang dalam ruangan itu, "Saya senang anak-anak muda seperti kalian berminat pada studi mengenai lingkungan alami. Semoga kegiatan selama tujuh hari ini membawa dampak positif bagi kalian." Katanya, "Nah—perjalanan kemari pastinya sangat melelahkan, jadi..." Iruka menekan beberapa tombol pada layar yang ada di podium, "Hari ini beristirahatlah. Makan malam dimulai jam 7, tempatnya di Kantin selatan. Jadwal dan denah tempat ini sudah saya kirimkan ke ID Card kalian, juga data para peserta seminar ini, berikut dengan letak asrama tempat kalian tinggal selama berada di shelter 19."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya Iruka pun meninggalkan ruangan itu setelah mengatakan kalau mereka bebas berkeliling untuk membunuh waktu sebelum waktu makan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara beranjak dari duduknya dan mengambil ID Card dari saku jaketnya, dia menekan layar kecil di sudut kanan bawah kartu itu dengan ibu jarinya. Cara mengaktifkan fungsi ID Card yang standart. Lalu seperti screenpocket miliknya, dari layar kecil itu muncullah layar-layar proyeksi tiga dimensi di depan Gaara yang menunjukkan jadwal kegiatan dan denah shelter itu. Gaara menggeser layar dengan ibu jarinya dan memindah menuju letak kamar asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Naruto agak mengejutkan bagi Gaara, meski wajahnya tetap saja datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau di kamar berapa?" Tanya Naruto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"498."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Naruto makin sumringah mendengarnya, "Kita satu kamar! Senangnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau senang begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Habisnya aku kan baru kenal denganmu saja. Makanya aku senang." Naruto membawa kopernya. "Kau mau istirahat atau mau keliling dulu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara mematikan ID Cardnya dan menyipannya lagi ke dalam saku jaketnya, "Ku rasa ke kamar dulu. Tidak nyaman jalan berkeliling dengan membawa koper seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto nyengir, "Kalau begitu— ayo ke kamar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua remaja sebaya itu pun menuju ke kamar yang letaknya ternyata cukup jauh dari ruangan tadi. Setelah membuka pintu dengan password yang diberitahukan bersamaan dengan denah tadi, mereka berdua pun menata barang di lemari yang sudah di sediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar asrama itu simple, berisi dua tempat tidur berdampingan, sebuah meja bulat diantara kedua tempat tidur itu. Dua buah meja belajar, satu set sofa yang terlihat nyaman bahkan untuk tidur, sebuah jendela bulat besar yang menampakkan pemandangan di luar yang senantiasa gelap baik pagi maupun malam. Ada sebuah pintu lain yang diasumsikan Gaara sebagai kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menata pakaian, Gaara pun sejenak beristirahat dengan merebahkan diri di kasur sementara Naruto memutuskan untuk bersantai dengan berendam di bath tub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan Gaara namanya kalau membiarkan waktunya terbuang lama. Dia kembali duduk dan mengambil pocketscreen dan ID Card yang tadi dia letakkan di meja. Setelah memasukkan kode identifikasi ID Card, Gaara pun mentransfer semua data baru yang dia dapat, lalu dia pun mempelajari data-data para peserta seminar kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga berasal dari koloni 08 Venus Ring. Mereka adalah Sakura, 14 tahun, gadis berambut pink panjang yang memegang gelar sebagai siswi terpandang di perguruan koloni itu. Lalu Neji, 15 tahun, siswa berambut coklat panjang dengan bola mata putih berbias lavender. Peraih gelar master termuda di koloni Venus Ring dalam bidang biologi dan geofisika. Yang terakhir adalah Hinata, 14 tahun, gadis berambut indigo panjang yang memiliki mata yang sama dengan Neji ini adalah seorang jenius dalam bidang sience. Dia paling tidak sudah mematenkan tiga macam penemuannya yang berkaitan dengan pengembangan koloni luar angkasa. Gaara menduga kalau Hinata ini adalah adik Neji dilihat dari ciri fisik mereka yang hampir serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berasal dari koloni 04 di Jupiter Ring hanya satu orang, Shikamaru. Gaara kenal benar dengan nama ini, karena pemuda seusianya itu terkenal dengan otak jeniusnya dan juga dikenal sebagai siswa yang agak eksentrik. Diusia semuda itu dia sudah menyumbang banyak penemuan baru untuk meningkatan kualitas koloni-koloni yang akan dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua nama berasal dari koloni 30 Jupiter Ring adalah Ino, 14 tahun, dan Sai, 15 tahun. Gaara agak aneh melihatnya, karena dua orang itu terkenal bukan dibidang ilmu pengetahuan, melainkan semi. Keduanya adalah pelukis muda yang sangat terkenal bukan hanya di Jupiter Ring saja, tapi juga koloni di luar lingkar planet itu. Ino adalah seniman dengan aliran naturalis sementara Sai adalah seniman dengan aliran surealis. Tak terpikir oleh Gaara alasan kenapa dua seniman itu tertarik pada bidang lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lain yang dikenal Gaara adalah Sasuke. Pemuda 14 tahun yang jenius dalam bidang fisika yang juga telah banyak menginvestasikan kecerdasannya demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berasal dari koloni 00 Moon Ring yang merupakan koloni pertama yang dibangun manusia. Satu nama lagi dari tempat yang sama adalah Tenten, 14 tahun, gadis bercepol dua itu adalah jenius di bidang pengembangan teknologi penjelajahan antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saat Gaara membaca data Naruto, dia cukup terkejut mengetahui kalau Naruto memegang gelar master pada ilmu geofisika dan juga beberapa gelar dalam bidang programming. Sungguh tidak terlihat dari sifatnya yang easy going itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Naruto selesai mandi, Gaara mematikan pocketscreen miliknya dan langsung beranjak ke kamar mandi. Tapi berhubung Gaara bukan tipe yang suka berlama-lama di kamar mandi, dia hanya membilas tubuh dengan shower, mengacuhkan godaan untuk berendam air hangat di bath tub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Gaara pun berganti pakaian dengan seragam standart perguruan, setelan putih lengan panjang dengan garis merah di sisi bagian kiri dan lambang perguruan di koloni 02 Mars Ring. Begitu keluar dari kamar mandi, Gaara melihat Naruto sudah memakai pakaian yang serupa, haya saja lambangnya berbeda dan garis di pakaiannya berwarna oranye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siap untuk menjelajah, Gaara?" Naruto membawa pocketscreen miliknya sendiri. "Shelter ini keren sekali. Di mana-mana ada berbagai macam tumbuhan. Aku tidak pernah lihat yang seperti ini. Di tiap koloni kan pohon yang ada cuma satu jenis saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara setuju dengan pendapat Naruto. Memang ini shelter yang luar biasa. Gaara tak pernah meihat jenis-jenis tumbuhan yang ada di sini sebelumnya. Ini pasti akan jadi satu minggu yang penuh dengan pengetahuan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari seminar di Green Earth membuat Gaara semakin merasa antusias dengan sistem penelitian dan pengembangan yang diadakan di laboratorium di shelter ini. Melihat dengan mata kepala sendiri proses pertumbuhan tanaman mulai bibit, tunas hingga tumbuh menjadi sebuah pohon. Rasanya... hampir sama dengan pertumbuhan manusia, mulai janin, bayi dan bertumbuh dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mempelajari struktur tanah di Bumi sekarang dan membandingkannya dengan sampel tanah yang sudah 'dibersihkan' dari sisa-sisa elemen nuklir, radioaktif dan zat-zat berbahaya lainnya. Mempelajari tentang sistem kehidupan di bumi dulu, bagaimana pepohonan berfungi sebagai paru-paru dunia, menghisap zat buruk dan mengeluarkan oksigen yang menjadi sumber kehidupan seluruh mahkluk hidup di sana. Bagaiama rantai makanan mempengaruhi kehidupan satu jenis mahkluk hidup dengan jenis yang lain. Siklus air, hujan, embun, salju. Tentang badai, tsunami juga jenis-jenis gunung berapi. Di shelter itu mereka seolah diajak menjelajahi waktu, kembali pada zaman dimana Motherland adalah satu-satunya tempat untuk berpijak bagi para manusia di angkasa yang luas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa dimana manusia bergantung pada alam. Tak seperti sistem cuaca di koloni yang diatur oleh komputer yang super canggih. Suhu koloni yang dibuat nyaman bagi kehidupan, tak pernah terlalu panas, tak pernah terlalu dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminar pula Gaara mulai akrab dengan anggota yang lain. Mereka sering berkumpul setelah makan malam dan mendiskusikan apa yang mereka dapat di kegiatan sepanjang hari itu. Sngguh menarik bertukar pendapat seperti ini. Gaara tak pernah berdiskusi dengan teman sebayanya seperti ini karena di perguruan di koloninya, para siswa lebih banyak bekerja secara individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa itu pula, Gaara makin akrab dengan Naruto. Dia sendiri heran kenapa dia bisa dengan mudah percaya pada di pemuda pirang itu. Mungkin juga itu karena sifat Naruto yang memang cepat sekali megakrabkan diri dengan orang lain. Dengan senyum yang nyaris tak pernah hilang dari wajahnya itu membuat orang susah menaruh curiga padanya. Sebelum tidur biasanya mereka mengobrol dan bertukar cerita tentang koloni tempat mereka tinggal, tentang keluarga, juga tentang sekolah mereka. Bagi Gaara... itu sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa tibalah hari terakhir seminar itu. para peserta yang sdah saling akrab pun bertukaran alamat dan e-mail yang bisa dihubungi. Berjanji kalau suatu saat nanti mereka akan kembali ke sini, menjadi bagian dari mereka yang bekerja bagi Bumi. Bekerja untuk mengembalikan jiwa-jiwa manusia yang berkelana mengarungi lautan bintang ini kembali pada Motherland mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;393 Universe Calendar, Koloni 02 Mars Ring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara kini telah menjadi salah satu sumber daya manusia yang memiliki keahlian dibidan mekanisme komputer dan juga di usianya yang sangat muda, dia telah berhasil membuat satu rumah kaca, teknologi yang sama dengan yang ada di shelter Green Earth, di koloni tempatnya tinggal. Rumah kaca yang berisi ratusan jenis tanaman yang telah berhasil dia kembangkan dari bibit yang dia dapat saat seminar enam tahun lalu. Ketekunannya membuat Gaara dipanggil dan ditawarkan untuk menjadi anggota di laboratorium penelitian milik Green Earth. Jelas saja tawaran itu tak disiakan oleh Gaara, karena memang itulah tujuannya berkerja membangun sebuah rumah kaca. Dia... ingin pergi ke bumi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kini sekali lagi, Gaara berdiri di Gate Lunar 13 dan siap menuju ke shelter Green Earth, tempat yang telah menumbuhkan minatnya terhadap lingkungan hidup di Bumi. Selama enam tahun terakhir ini Gaara mengesampingkan minatnya pada bidang komunikasi dan belajar total pada pengetahuan mengenai lingkungan. Baik Bumi, maupun koloni. Mempelajari siklus udara buatan dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan salah satu bibit yang dia tanam di taman kecil yang ada di koloninya. Kini dia berharap apa yang bisa dia lakukan koloni, juga bisa dilakukan di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaara!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang familiar baginya membuat Gaara menoleh. Dia pun tak heran melihat sosok Naruto yang berlari sambil melambai penuh semangat padanya. Ya—meski terpisah jarak yang jauh, komunikasi tak pernah terputus antara mereka. Di antara peserta seminar lain, Naruto lah yang selalu menghubunginya setiap hari, meski sekedar untuk menanyakan kabar. Mereka juga saling bertukar informasi seputar penelitian yang mereka lakukan. Kalau Gaara berkutat dengan tumbuhan, Naruto justru berteman akrab dengan tanah. Dia meneliti bagaimana cara bukan hanya 'membersihkan' kandungan dalam tanah dari Bumi, tapi juga bagaimana cara membuat tanah itu memiliki kualitas yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto tersenyum lebar saat dia berhadapan dengan Gaara, "Meski tiap hari bertemu via screen call, tapi bertemu langsung itu rasanya berbeda, ya. Lebih menyenangkan." Meski telah tumbuh dewasa, senyum di wajah itu tak pernah berubah, polos dan naif seperti bocah kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka pun berjabat tangan, remaja kecil dulu kini telah bertumbuh menjadi pemuda dewasa yang siap menapak ke dunia kerja. Keduanya pun masuk ke dalam pesawat, masih ada waktu sepuluh menit sebelum lepas landas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi selain kita, si Sasuke, Neji, Sakura dan Hinata yang menerima tawaran untuk bekerja di Green Earth?" Naruto mengeluarkan pocketscreen edisi terbaru, yang lebih kecil dan bisa masuk dalam kantong, tak begitu lebih besar dari ID Card. "Aku tidak sabar untuk mulai bekerja dan diberi izin untuk ke Motherland."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara bersandar dan memasang sabuk pengamannya, "Jangan terlalu berharap. Anggota baru seperti kita pastinya tidak akan begitu mudah diberi izin ke Motherland."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anggota lain yang ditunggu pun masuk ke dalam pesawat. Masa penerbangan 5 jam itu mereka pakai untuk reuni singkat dan saling bertukar cerita. Enam tahun seperti masa yang sangat panjang karena tak ada yang kehabisan bahan untuk bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Shelter 19 milik Green Earth, sekali lagi mereka di sambut oleh Iruka. Pria yang juga tak banyak berubah itu menjelaskan kalau kali ini mereka berada di Green Earth sebagai anggota penting dan bukan lagi peserta seminar. Mereka memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas divisi dimana mereka akan bekerja mulai besok. Iruka juga menjelaskan kalau mereka akan tinggal di asrama pegawai baru di shelter lain yang berjarak 30 menit dengan mengendarai Space Ride. Semacam mobil yang di desain agar bisa melaju di tanah meski dengan tingkat gravitasi rendah seperti di bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Iruka membawa mereka menghadap ke pimpinan organisasi. Green Earth dipimpin oleh 4 orang dewan utama. Empat orang itu memimpin empat divisi utama di Green Earth. Setelah menerima seragam kerja, ID Card karyawan baru dan juga segala perlengkapan lain, para anggota baru pun dikirim ke divisi kerja mereka masing-masing untuk memperkenalkan diri dan juga mengamati cara kerja di masing-masing divisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Naruto ada di satu divisi, yaitu bagian pengembangan tumbuhan. Neji dan Sakura berada di divisi yang meneliti tentang species-species mahkluk hidup yang masih bertahan di Bumi dengan mengalami mutasi dan evolusi karena perubahan iklim dan suhu yang drastis. Sedangkan Sasuke dan Hinata berada di divisi yang mengembangkan teknologi untuk pembiakan hewan-hewan yang belum terkena efek nuklir. Ekologi di Motherland tak akan pulih kalau hanya dengan tanaman saja. Hewan pun berperan besar dalam kehidupan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, meski masih berkisar 10-20 persen, tapi ada beberapa bagian kecil di Motherland yang sudah terbebas dari kerusakan. Tanah sudah bisa ditanami meski belum bisa tumbuh secara maksimal akibat kurangnya sinar matahari. Green Earth terus berusaha menciptakan teknologi untuk memperbaiki kerusakan dilapisan atmosfir, namun itu baru berjalan sekitar 80 persen dan masih butuh begitu banyak studi tentang zat-zat apa saja yang menggantung di langit Motherland hingga menghalangi sinar matahari untuk masuk ke dalamnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah formalitas itu, keenam anggota baru Green Earth pun dikirim ke asrama untuk mengistirahatkan diri. Kali ini mereka mendapat kamar sendiri-sendiri, setelah berjanji untuk berkumpul di kantin saat makan malam, mereka pun menuju ke kamar masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara menuju ke kamarnya di ruang 1708, berarti, lantai tujuh belas ruang delapan. Memakai lift yang disediakan, Gaara pun menuju ke ruangan yang akan menjadi tempat tinggalnya mulai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kamarnya, Gaara lumayan terkejut dengan fasilitas yang ada. Sungguh lengkap, plus dengan seperangkat alat penelitian di sudut ruangan. Dapur, kamar mandi, beranda... Rasanya seperti di rumah sendiri. Yang berbeda hanyalah, di ruangan ini ada satu tumbuhan hidup yang diletakkan dalam pot dengan tulisan 'cintai aku'. Gaara tersenyum kecil melihat itu dan berjanji akan merawatnya baik-baik. Kemudian pemuda berusia 20 tahun itu pun mulai menata barang-barangnya yang sudah dikirimkan kemari terlebih dahulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara duduk di sofa dan memangku pocketscreen miliknya, saatnya untuk menghubungi keluarganya dan mengatakan kalau dia sudah sampai dan tetap sehat seperti biasa. Kalau tidak, bisa-bisa ayah, ibu dan kedua kakaknya juga pamannya akan menterornya setiap jam demi menanyakan apa Gaara sudah makan atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, dalam empat bulan ini Gaara sudah bisa menyesuaikan diri dengan waktu di bulan dan juga kegiatannya sebagai seorang peneliti dan pengembang teknologi. Dia dan Naruto nyaris menghabiskan seluruh hari mereka di dalam laboratorium. Meneliti tanah yang baru saja di ambil dari bumi. Tanah yang diambil dari bagian bumi yang berbeda dengan kandungan yang sama sekali berbeda, seolah diambil dari planet yang tak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hasil penelitian terus menunjukkan kemajuan yang pesat. Hampir 50 persen dari tanah yang tersisa di Motherland ternyata sudah bersih dari pengaruh radiasi ledakan nuklir berabad lalu. Meski begitu, masih harus terus dilakukan study untuk mengetahui apakah tanah itu sudah layak untuk ditumbuhi, mengingat kalau kandungan air tanah masih sedikit rusak dan butuh lebih banyak waktu untuk perbaikan. Belum lagi pembersihan sisa-sisa tumbuhan yang terkontaminasi zat-zat kimia. Memang tetap bertahan hidup, namun keberadaan tumbuhan yang 'rusak' seperti itu akan berbahaya bagi keadaan tanah yang mulai membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei Gaara... apa kau pikir Motherland akan mampu bertahan sampai kita bisa memulihkannya seperti semula?" Tanya Naruto saat mereka menghabiskan waktu istirahat siang untuk makan di kantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara memandang wajah Naruto, "Kenapa? Kau sudah menyerah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan begitu. Hanya saja... menbaca data-data kerusakan yang terjadi di Motherland... apa memang semua bisa kembali seperti semula?" Naruto mengaduk teh dingin di gelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku yakin pasti bisa." Ujar Gaara, "Proses pemulihan Motherland sudah berjalan lebih sari satu abad. Walau masih di sedikit tempat, setidaknya tanah di sana sudah bisa ditumbuhi pepohonan lagi dan langit biru pun sudah mulai terlihat. Kau kan lihat sendiri gambar Motherland yang diambil dari satelit beberapa minggu kemarin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto meneguk isi gelasnya sebelum bicara lagi, "Tapi— meski Motherland bisa kita pulihkan, kalau nanti manusia mengulang hal yang sama... percuma kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Memang ada kekhawatiran seperti itu," Kata Gaara, meletakkan garpu dan pisau makannya di piring, "Karena itu pula Green Earth mulai mengajukan peraturan baru di Motherland. Tak boleh lagi ada industri kimia berbahaya yang didirikan di sana. Senjata tak boleh masuk begitupula dengan militer."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya itu informasi baru untuk Naruto, "Aku tidak pernah dengar itu. Kau ini punya jaringan informasi dari mana sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Neji." Kata Gaara singkat, "Dia kan kadang membantu juga di divisi perhubungan dengan negara-negara koloni. Sebenarnya di itu ada bakat di bidang politik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah baru sehari bekerja di Green Earth, Naruto menganggukkan kepalanya, "Kau benar. Aku sih jarang ngobrol dengan Neji. Paling juga dengan si temee itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara menghela nafas mendengar 'panggilan sayang' Naruto pada pemuda berambut raven yang bekerja di divisi pembersihan air. Dua mahkluk itu selalu saja bertengkar setiap kali bertemu. Mungkin lebih parah dari kucing kalau bertemu anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalau benar industri-industri dan militer dilarang di Motherland, aku yakin apa yang kita kerjakan tidak akan sia-sia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara membereskan sisa makan siangnya, "Tidak akan ada yang sia-sia dari sebuah kerja keras." Dia pun berdiri dan membawa wadah yang kini hanya berisi piring dan gelas kosong, "Ayo, sudah waktunya kembali ke lab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto pun meyusul Gaara mengambalikan wadah makan siang mereka ke konter kantin sebelum akhirnya kembali ke tempat kerja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu setelah itu, Gaara dan juga Naruto mendapatkan tugas istimewa. Tugas yang telah lama mereka tunggu. Ya— mereka akhirnya diizinkan ikut bersama tim ekspedisi untuk pergi ke Motherland dan mengambil beberapa sampel tanah dan air dari empat lokasi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah— senangnya bisa ke Motherland." Seru Sakura saat mereka berenam sedang menikmati waktu luang setelah jam kerja mereka selesai dengan berkumpul di ruangan kaca yang ada di shelter tempat mereka tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sakura san benar," sambung Hinata, "T-tapi divisi tempat Gaara san dan Naruto kun memang lebih sering berhubungan dengan Motherland."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neji dan Sasuke tak begitu banyak berkomentar seperti dua rekan wanita mereka. Obrolan pun berlangsung hingga jam malam sudah hampir tiba. Gaara dan Naruto berpamitan duluan untuk mengepak barang. Perjalanan besar menunggu mereka esok hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai yang direncanakan, Gaara dan Naruto sudah siap dengan perlengkapan dengan astronout suit. Perjalanan ke Motherland berbeda dengan perjalanan ke planet lain yang tak memiliki tingkatan atmosfir yang seperti di bumi itu. Karenanya perlengkapan standart yang harus dikenakan juga berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tegang ya? lebih tegang daripada menghadapi ujian masuk universitas." Kata Naruto sambil memakai helm dan bersiap memasuki pesawat shuttle khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara tampak lebih tenang. Dia memastikan semua bagian pakaian astronot itu sudah terpasang dengan benar. Jujur dia gugup, tapi akhirnya impiannya untuk memijakkan kaki ke tanah leluhur itu menjadi kenyataan. Gaara tak pernah merasa seantusias ini dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah briefing singkat dan pengecekan terakhir, semua anggota tim ekspedisi yang dipimpin oleh Iruka juga seorang pria eksentrik yang selalu memakai masker, Kakashi, akhirnya masuk ke dalam pesawat shuttle itu. Gaara dan Naruto duduk di tempat yang ada dan memasang sabuk pengaman. Dalam hitungan menit, pesawat luar angkasa itu pun melesat meninggalkan bulan untuk menuju ke Motherland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat itu, Gaara... Cantik sekali." Naruto memandang ke luar jendela pesawat setelah proses lepas landas selesai. Tubuh mereka melayang dalam ruangan tanpa gravitasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara memandang ke arah yang sama, matanya menangkap citra sebuah planet biru yang tampak sedikit kelam tertutup awan hitam gelap, namun dibanding dengan gambar bulan lalu, bagian berwarna biru sudah lebih tampak sekarang, dedikasi dan kerja keras Green Earth— telah membawa hasil yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motherland tampak seperti mutiara biru yang baru saja ditemukan di lapisan tanah terdalam, masih harus dioleh, dipoles dan dirawat untuk menampakkan kilau sempurnanya. Masih panjang jalan mereka untuk mengembalikan keindahan Motherland seperti sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah—sebelum memasuki atsmosfir Bumi, aku akan mengkonfirmasi lagi tugas-tugas kalian." Ujar Iruka pada dua belas anggota tim dari Green Earth. "Tim pertama akan menuju ke bagian sampel tanah juga air di sekitar daerah kepulauan. Lalu tim kedua ke daerah hutan, dan tim ketiga akan menuju ke daerah kutub." Iruka membagikan dokumen yang berisi perincian tugas, "Tugas kita di Motherland akan berjalan selama dua bulan. Meski berpencar, saya harap masing-masing ketua tim terus melaporkan perkembangan tugas kalian seminggu sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Naruto ada di tim 2 yang dipimpin oleh seorang pria tinggi yang gemar sekali merokok. Asuma. Dan anggota yang lain adalah Genma, senior mereka di laboratorium. Ini pasti akan menjadi perjalanan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari berkas-berkas itu, semua anggota pun kembali duduk dan mengencangkan sabuk pengaman karena sebentar lagi mereka akan memasukin lapisan teratas atsmosfir bumi. Sungguh ini adalah masa yang tidak akan pernah Gaara lupakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaratan mulus dilakukan di pangkalan Green Earth yang ada di Motherland. Iruka menyarankan pada Gaara dan Naruto yang baru pertama kali berada di Motherland untuk menyiapkan masker udara saat nanti mereka keluar dari pangkalan ini. Karena tak seperti udara di Shelter yang selalu terjaga dan terjamin kebersihannya, udara di Motherland ini lebih kompleks dan berat. Setelah melepaskan pakaian astronot, semua anggota tim pun keluar dari pesawat luar angkasa itu dan menuju pusat pangkalan Green Earth di Motherland melalui sebuah koridor kaca dengan lantai yang berjalan secara otomatis. Iruka dan Kakashi selaku pimpinan ekpedisi melapor pada bagian penanggung jawab sebelum akhirnya kembali pada tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlengkapan sudah disiapkan di masing-masing pesawat. Besok pagi kita berangkat ke pos masing-masing. Untuk saat ini, kita istirahat dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota pun bubar dan menuju kamar pegawai di pangkalan Green Earth itu. Gaara dan Naruto meletakkan tas mereka di dekat tempat tidur, tapi keduanya tak ada niatan sama sekali untuk berbaring. Seolah di komando oleh seseorang, mereka langsung melangkah ke beranda kamar dan berdiri diam di sana. Memang pangkalan ini masih ada di dalam kubah khusus dan tak bersentuhan langsung dengan udara Motherland, tapi dari sana, mereka bisa melihat apa yang tak terlihat di shelter... langit biru yang membentang luas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu rasa tak terungkap yang membuncah dalam jiwa mereka. Selayak pengelana yang akhirnya berhasil kembali ke rumah. Selayak kapal yeng tersesat di laut yang akhirnya menemukan pelabuhan utuk menambatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indahnya..." Mata biru Naruto merekam pemandangan yang tak akan pernah bisa diimitasi oleh teknologi manusia itu, "Jutaan kali lebih indah dari gambar di foto ataupun proyeksi tiga dimensi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... Indah sekali..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa begitu hangat bagaikan mereka ada dalam buaian sang bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya kita di sini." Gumam Gaara, "Ke tanah leluhur." Gaara memalingkan wajahnya untuk memandang Naruto, saat itu dia terkejut mendapati butiran bening menalir dunyi di pipi pemuda pirang itu, "... Naruto..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar, Naruto buru-buru menghapus air matanya, "Maaf. Habisnya..." Naruto tak berhasil meneruskan kata-katanya. Wajahnya kembali basah oleh air mata yang tak jelas sebabnya kenapa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara menepuk pundak Naruto dan memandang lagi birunya langit di atas sana, "Perjuangan kita masih panjang. Masih banyak daerah di Motherland yang belum dinaungi langit sebiru ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berdiri berdampingan, dalam diam. Membiarkan tubuh mereka seolah lebur dalam kedamaian yang menenangkan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara mengerjapkan matanya beberapa kali dan butuh waktu untuk sadar kalau sekarang dia tidak berada di shelter, melainkan di Motherland. Dia melihat jam di meja, masih jam 5 pagi. Tapi justru itu membuatnya semangat. Sedikit di luar kebiasannya, pemuda itu langsung bangun dan bergegas ke beranda. Langit masih tampak gelap, tapi di ufuk rimur sana, ada semburat cahaya yang sangat indah. Tak ingin kehilangan momen itu, Gaara mengambil digital camera miliknya dari dalam tas dan lembali ke beranda untuk mengabadikan pagi pertama yang dia lihat di Motherland ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 4-5 gambar yang dia ambil, Gaara pun memandang bagaimana matahari mulai menampakkan diri, menerangi langit dengan cahayanya yang luar biasa. Sungguh tak sabar rasanya keluar dari pangkalan di dalam kubah ini dan merasakan langsung sensasi berdiri di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara pun membangunkan Naruto karena mereka harus berkumpul di pusat komando tepat jam 8 pagi. Setelah mandi dan bersiap-siap, Gaara juga Naruto pun menuju ke pusat komando. Di sana semua anggota tim sudah menunggu. Usai sarapan dan mendapatkan instruksi dari Iruka dan Kakashi selaku ketua utama, semua tim pun bersiap berangkat. Gaara dan Naruto mengikuti dua anggota tim mereka yang lain menuju gate yang akan membawa mereka ke pesawat yang menjadi alat transportasi mereka di Motherland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Naruto refleks menangkap benda yang dilemparkan Asuma pada mereka. ternyata tabung oksigen mini. Mirip inhaler untuk menderita asma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk jaga-jaga. Di balik pintu ini kalian akan menghadapi suhu yang berbeda dengan di dalam sini." Ujar pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak usah khawatir, kalau pingsan itu tidak seberapa memalukan kok." Sahut Genma sambil terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha tak menghiraukan gurauan Genma, Gaara dan Naruto berdiri diam saat pintu gate itu terbuka. Segera saja Gaara merasakan hawa yang cukup panas berhembus dari landasan udara yang berisi puluhan unit pesawat terbang. Gaara segera saja merasa sesak saat udara berat masuk dalam paru-parunya. Tak mau ambil resiko dia segera menggunakan tabung oksigen di tangannya. Naruto juga melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah— usahakan jangan pingsan sebelum mencapai pesawat." Kata Asuma yang memberi komando pada tiga anak buahnya untuk menuju ke pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah payah Gaara dan Naruto berjalan karena kepala mereka terasa pusing dengan panas menyengat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sialnya kita datang tepat saat musim panas. Tapi nanti di daerah Asia, panasnya tidak akan sampai seperti ini kok." Genma membantu dua juniornya untuk naik ke pesawat. "Duduklah di sana. Aku dan Asuma san yang akan menjadi pilot. Perjalanan ini akan memakan waktu 10 jam lebih. Jadi ada baiknya kalian tidur saja lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duduk dan memasang sabuk pengaman, Gaara bersandar dan lega merasakan udara dingin dari AC pesawat. Pesawat itu besar dan berisi berbagai peralatan yang sama dengan lab di shelter 19. Semua untuk penelitian mereka di Motherland selama 2 bulan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udaranya benar-benar panas, ya?" kata Naruto setelah pesawat mengudara, "Tidak menyangka sampai seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu semua sisa-sisa efek dari ledakan nuklir 200 tahun yang lalu." Kata Asuma dari depan kemudi pesawat, "Efek ledakan nuklir membuat suhu di permukaan bumi meningkat. Kerusakan alam terjadi tanpa bisa dicegah. Selang 20 tahun berikutnya, gunung-gunung berapi meletus karena suhu yang makin memanas, menyebabkan debu-debu vulkanik menutupi langit bumi dan menghalangi masuknya sinar matahari. Perubahan suhu yang drastis itu menghancurkan hampir 80 persen kehidupan di muka bumi. Namun yang masih bisa disyukuri, inti bumi tidak membeku ditengah bencana itu. perlahan tapi pasti, panas bumi tetap mempertahankan kondisi dalam bumi dalam titik yang mendekati stabil. Itu adalah keajaiban di tengah bencana dahsyat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iitu bukan informasi yang baru bagi Gaara dan Naruto, tapi kini mereka berada di tanah yang dulunya sempat mati suri, informasi itu terdengar sangat mengerikan. Tak bisa dibayangkan betapa gelap bumi ini tanpa sentuhan sinar matahari, betapa dingin dan sunyinya tanpa suara kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"150 tahun usaha Green Earth mulai menuju pada hasil yang memuaskan. Tapi perjuangan masih panjang. Hutang budi kita pada Motherland yang telah menjaga kita selama bermilyar tahun lamanya, mungkin tidak akan bisa kita bayar dengan lunas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Naruto terdiam, mereka memandang ke luar jendela pesawat. Memandang wajah Motherland yang rusak oleh tangan manusia. Tanah-tanah kering masih mendominasi. Bahkan menurut Genma, hutan yang dulunya ada telah berubah menjadi gurun pasir yang panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 jam perjalanan terasa singkat. Kini mereka tiba di kawasan Asia. Atau sekarang disebut dengan New Asia karena struktur tanah dan pulaunya jelas sudah tak sama seperti dulu. Beberapa pulau sudah tenggelam karena bencana 2 abad lalu. Hanya 60 persen dari benua Asia yang masih utuh, dan kini ada dalam naungan satu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mendarat di sana." Uar Asuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara melihat ke luar jendela dan kagum begitu memandang hutan yang cukup besar dan lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulunya pulau itu bernama Kalimantan di negara Indonesia. Salah satu hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia. Karena iklim dan kondisi tanah yang masih terbilang bagus, Green Earth berhasil menghidupkan kembali hutan yang sempat tak terurus itu. Di sana juga ada penangkaran hewan-hewan yang nyaris punah." Jelas Asuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hebaaaat! Hijau sekali!" Naruto menempelkan mukanya di kaca jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini belum luas seluruh hutan di masa jayanya dulu. Mungkin hanya setengah." Genma separuh tertawa melihat polah Naruto, "Pusat riset kita ada di sungai yang membelah hutan itu. Hati-hati saja, masih banyak hewan-hewan liar berkeliaran di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan menakuti mereka, Genma!" Ujar Asuma, "Kita akan mendarat sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pendaratan yang mulus. Pesawat itu mendarat di sungai yang masih tampak sedikit keruh. Setelahnya mereka semua pun keluar. Seperti kata Genma, di tempat ini tak seberapa panas, justru segar karena begitu dekat dengan hutan dan sungai. Gaara dan Naruto tak bisa berkata apa-apa untuk menggambarkan apa yang mereka rasa. Pemandangan yang dulu mereka lihat di dalam pelajaran sejarah, kini hadir di depan mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Asuma mengajak mereka menuju ke sebuah bangunan yang tampak tak sesuai dengan kondisi alami di sana. Itulah tempat tinggal sekaligus tempat kerja mereka selama dua bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Gaara dan Naruto tidak sekamar, karena memang di tempat ini hanya ada mereka berempat saja. Gaara pun berganti pakaian dengan yang dianjurkan oleh Asuma. Kaus berlengan panjang dan celana jeans yang nyaman. Tak ada waktu istirahat, karena mereka akan segera menjelajah ke dalam hutan, menuju pusat penelitian yang ada di tengah belantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan perahu motor, mereka menyusuri sungai dan berhenti di semacam rumah namun terapung sebagian di atas sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu?" Tanya Naruto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pos satwa pertama. Kau akan suka di sana." Asuma merapatkan kapal di dekat rumah dari kayu itu. tipe yang tak akan ada di koloni mau pun di shelter, "Ayo. Hati-hati! Tangganya licin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti langkah Asuma dan Genma; Gaara juga Naruto akhirnya bisa menapak tangga batu yang dibuat sealami mungkin itu. Mereka pun masuk ke dalam rumah kayu itu dan dua orang termuda di tim itu pun tercengang. Di dalam ruangan persegi itu, banyak sekali jenis burung yang sekali lagi, hanya pernah mereka lihat di ensiklopedia. Kini Asuma dan Genma tertawa tanpa sungkan melihat Gaara dan Naruto dikerubuti burung-burung dari berbagai species itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya kalian ada bakat menjadi pawang burung." Kata Genma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara kewalahan karena seekor burung berbulu coklat dengan paruh besar dan cakar yang kuat hinggap di pundaknya. "G-Genma san... burung ini kelihatannya berbahaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya— memang berbahaya, bagi mangsanya. Itu elang Jawa, salah satu species asli negara ini dulu. Hampir punah pada masanya, tapi ironis— justru mereka yang bertahan dan kini menjadi species yang paling mudah dibiakkan." Jelas Genma, "Nah— itu kepala penelitian di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pintu di sebrang sana, keluarlah seorang wanita berambut pendek yang hanya memakai kaus tanpa lengan dan juga celana jeans super pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perkenalkan, Anko. Diam saja kalau kau tidak mau burung-burung disini mematukimu sampai sekarat." Kata Genma. Dia juga diam saja saat Asuma bicara dengan Anko tentang apa saja yang terjadi di wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah Anko memberikan data-data terbaru, Asuma pun mengajak timnya untuk menjelajah hutan. Gaara dan Naruto sangat bersemangat, tak lupa mereka menyiapkan digital camera untuk keperluan pekerjaan juga untuk dokumentasi pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan berpencar. Aku tidak akan membuang waktu mencari kalian yang tersesat," kata Asuma seraya memakai rompi dengan banyak kantung. Genma sendiri memakai topi dan sarung tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Naruto patuh dengan berjalan di belakang senior mereka. Maka dimulailah penjelajahan di hutan belantara itu. Asuma bilang kalau mereka menuju ke penangkaran satwa buas semacam harimau yang memang merupakan satwa asli daerah ini. Tapi dia juga mengingatkan kalau masih banyak hewan-hewan liar bekeliaran di daerah ini, dan hewan-hewan itu adalah hewan yang telah berevolusi akibat bencana ratusan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya seperti main game survival..." bisik Naruto, berjalan dengan mewaspadai sekelilingnya. Tadi Anko sempat membekali mereka dengan pistol bius untuk jaga-jaga kalau ada hewan yang menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu terdengar suara dedaunan bergesek dan dahan yang patah. Gaara dan Naruto langsung menoleh ke kanan dan kiri, membuat Asuma dan Genma –sekali lagi- mentertawakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian tahu? Reaksi kalian ini menyegarkan sekali." Kata Asuma. "Tak usah khawatir. Lihat di atas kalian!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua anggota junior Green Earth itu pun menengadahkan kepala mereka. Seketika mereka terkejut melihat ada hewan-hewan yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu sekelompok Orang Utan. Daerah ini memang jadi kawasan penangkaran yang istimewa karena di masa lalu, negara ini terkenal dengan hewan-hewan khas yang tak ditemui di belahan Motherland yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kereeen... Tidak seperti di kebun binatang yang semua hewannya hasil proyeksi." Naruto memandangi sekelompok Orang Utan itu melintasi hutan dengan lincahnya. Sementara Gaara hanya diam tapi dengan digital camera miliknya, dia dengan cekatan mengabadikan momen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali langkah Gaara menapak, dia semakin tenggelam dalam buaian alam. Angin lembut berhembus sesekali, kadang terdengar suara aliran air dan langkah kaki hewan-hewan penghuni hutan. Suara burung pun terdengar saling bersahutan seolah sedang bernyanyi dalam satu paduan suara besar. Itu sungguh satu pengalaman yang menakjubkan. Ga tak habis pikir, kenapa manusia begitu tega merusak alam yang begini indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan hampir 3 jam, merek apun tiba di pusat penangkaran satwa. Sekali lagi dua junior Green Earth itu dibuat terkagum-kagum pada apa yang mereka lihat sekarang. Tempat itu penuh dengan kandang-kandang berisi berbagai macam jenis hewan yang menurut Asuma, akan dilepaskan ke alam liar kalau mereka sudah bisa beradaptasi. Selain itu, ada sebuah danau dengan air yang sangat jernih, berkilau ditimpa cahaya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kali pertama Gaara dan Naruto melihat secara langsung jenis-jenis hewan Motherland. Singa, rusa, buaya, tupai, kelinci, kuda, kelelawar, bahkan gajah yang ukurannya sampai membuat Naruto ternganga. Dan masih ada puluhan jenis hewan lain yang menunggu saat untuk dilepaskan di alam liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nikmatilah, salah satu kesuksesan kerja Green Earth. Jika semua yang dikerjakan di sini berhasil di tempat lain, makan bisa dipastikan Motherland akan hidup kembali. Dengan hijaunya hutan dan jernihnya air." Kata Genma. Sedangkan Asuma langsung menuju ke lobi depan dan bicara dengan penjaga di sana. "Kita kembali ke rumah dinas yang tadi malam ini. sekarang kalian ambil sampel tanah dn air di sini dan bandingkan dengan sampel yang kita bawa dari pusat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tunggu dua kali komando, Gaara dan Naruto menuju ke lab yang diberitahukan oleh Genma. Mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu selama dua bulan berada di Motherland ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga minggu sudah Gaara juga Naruto berada di Motherland. Mereka sudah terbiasa dengan bervariasi kegiatan di sana. Bahkan mereka berdua baru saja kembali dari wilayah yang belum pulih sepenuhnya untuk mengambil contoh tanaman, tanah dan air. Namun yang menarik bukan itu saja, hari kedua di Motherland, Gaara dan Naruto diberikan masing-masing satu pohon kecil. Asuma bilang itu ritual yang wajib dilaksanakan oleh semua anggota junior yang baru pertama datangan ke Motherland. Pohon kecil itu di tanam di tempat khusus dan diberi tanda yang bertuliskan nama mereka. Rasanya menyenangkan sekali, menggali tanah dan menanamkan pohon itu. Kelak, semoga pohon mereka bisa menjadi penopang kehidupan di Motherland ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat hari di minggu, Gaara dan Naruto bertugas jaga markas karena Asuma dan Genma pergi ke hutan lain di kawasan pulau besar ini. Mereka berdua bekerja untuk membandingkan unsur-unsur tanah yang terdaat di bagian berbeda pulau ini, dari wilayah yang sudah bersih, dan wilayah yang masih rusak. Bukan pekerjaan mudah, tapi keduanya senang dengan tugas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, Gaara... kalau sudah selesai, kita jalan-jalan sebentar yuk.. Aku ingin melihat pohon yang kita tanam." Ajak Naruto sambil melepas kacamatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara sendiri jenuh juga terkurung terus di ruangan, lagipula, udara sore ini sedang bersahabat, kemarin bahkan sempat turun hujan, yang membuatnya dan Naruto tak sungkan berdiri di bawah siraman air alam itu, meski Asuma melarang mereka berlama-lama karena belum tentu air hujan itu 'bersih' dari sisa-sisa kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu salah satu komputer di lab itu berbunyi, memberitahukan kalau ada screen call dari seseorang. Sebagai orang yang terdekat dengan komputer itu, Gaara pun menekan tombol untuk menerima panggilan itu. Sebuah proyeksi tiga dimensi muncul di depan layar itu, ternyata Sakura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai! Lama sekali kalian tidak menghubungi kami di sini. Bersenang-senang sendiri di Motherland." Sakura berkacak pinggang, "Jadi apa saja kegiatan kalian di sana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto lah yang menjawab pertanyaan itu dengan hebohnya berikut dengan detail kegiatan sehari-hari. Karena Sakura menanggapinya dengan sama hebohnya, Gaara membiarkan dua orang itu bicara sendiri sementara dia beralih pada pocketscreen miliknya. Dia membuka foto-foto yang dia ambil selama di Motherland ini dan langsung mengirimkannya pada Sakura. Seperti yang di duga, gadis itu langsung berseru kegirangan mendapat pemandangan terbaru di Motherland. Tentang hewan-hewan, seranggga dan juga berbagai jenis bunga yang baru mereka lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan itu berlanjut hampir satu jam penuh, akhirnya Sakura pun mengundurkan diri karena jam istirahat sudah habis dan dia harus kembali bekerja. Maka Gaara dan Naruto pun keluar dari markas dan berjalan sekitar 20 menit menuju tempat mereka menanam pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak bosan ya rasanya walau seandainya kita datang ke sini setiap hari." Naruto duduk di sebuah gazebo yang terbuat dari kayu yang ditumbuhi oleh tanaman rambat, "Kalau dibuat tempat piknik pasti asik sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan sobatnya, Gaara memilih untuk berada lebih dekat dengan pohon-pohon itu. Dia membaca beberapa nama pada pohon yang sudah tumbuh tinggi. Ada nama Asuma, dengan penanggalan 20 tahun yang lalu. Genma, 12 tahun lalu. Iruka 14 tahun lalu dan Kakashi 19 tahun lalu. Juga ada beberapa nama lagi yang dia kenal. Ada pula yang baru berusia setahun, berarti senior tepat di atasnya. Gaara memandang pohon-pohon yang menjulang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya udara di koloni bisa seperti ini..." Gaara memejamkan mata, menajamkan telinga untuk mendengarkan suara kehidupan di hutan itu. Suara burung, gemericik air, hembusan angin dan gesekan daun yang menjadi simponi terindah yang pernah dia dengar. Dia berniat meninggalkan alat rekam di sini dan mengeditnya besok lalu akan dia kirimkan pada keluarga juga temannya. Agar mereka tahu suara kehidupan di tanah yang telah mereka tinggalkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei Gaara, hari ini kita di sini sampai malam, ya?" Kata Naruto, "Lagipula pekerjaan kita sudah selesai, laporan juga sudah dikirim. Santai sedikit tidak masalah kan?" Si pirang itu bersandar di pagar gazebo," Lagipula kita tidak pernah aa di luar kalau sudah malam begini. Selalu saja sibuk di lab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanda Naruto bakal merajuk kalau keinginannya tidak dituruti, Gaara akhirnya mengiyakan saja kemauannya itu. Memang benar juga sih, baru hari ini mereka bisa santai sampai malam. Biasanya selalu disibukkan dengan penelitian ini itu, bersantai sedikit mungkin bisa mengembalikan kinerja otak mereka seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka pun berdiam di tempat itu sambil menikmati perubahan langit biru menjadi jingga dan akhirnya berubah gelap. Tentu saja mereka tak lupa mengabadikannya dalam kamera yang menjadi barang kesayangan mereka selama di Motherland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat langit gelap, mereka berdua menuju ke tanah lapang yang tak jauh dari gazebo itu. Di sana mereka disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Seolah berada di lautan berjuta bintang yang bersinar indah. Bulan pun tampak sangat indah menggantung di langit hitam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luar biasa... lihat itu Gaara... bintangnya bersinar banyak sekali..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara tak bisa berkomentar pada apa yang dia lihat saat ini. Kerlip cahaya redup di atas sana sungguh indah. Gaara jadi berpikir, apa cahaya-cahaya dari koloni bercampur dalam kerlip bintang di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa ada gugus bintang di sini?" Naruto mengeluarkan pocketscreen dari kantung miliknya dan mengaktifkan peta bintang lalu mencocokkannya dengan posisi bintang di langit. "Ada! Keren! Ini hebat sekali..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti berada di planetarium raksasa." Ujar Gaara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau benar! Tapi ini jutaan kali lebih indah daripada planetarium." Naruto masih asik dengan peta bintangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya— bagaikan berada dalam planetarium yang mempertunjukkan keindahan angkasa dengan milyaran bintang yang bersinar, galaksi yang indah. Planetarium alami yang tak akan bisa dibuat tiruannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang enak menikmati pemandangan malam, ponsel Gaara berdering. Meski masih memakai istilah ponsel, nyatanya telepon selular itu hanyalah berbentuk seperti earphone tunggal yang hanya tinggal di selipkan di telinga saja untuk memakainya. Gaara menekan tombol merah untuk menerima panggilan itu, ternyata dari Asuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian ini dimana? Aku hubungi markas tapi tidak ada yang menjawab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ada di tempat penanaman pohon, menikmati langit malam. Apa ada masalah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak. Hanya ingin memastikan semua baik-baik saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara menghela nafas, "Kami bukan anak kecil yang ditinggal orang tuanya dan disuruh jaga rumah, kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto terkekeh mendengar Gaara yang terdengar kesal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah! Tak usah marah begitu." Kata Asuma, "Pastikan kalian pulang sebelum terlalu larut. Seperti yang ku bilang, masih ada hewan-hewan liar yang tak terkontrol di sana." Setelah itu Asuma pun memutus sambungan telepon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa, Gaara?" tanya Naruto saat Gaara menyimpan lagi ponselnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita di suruh kembali. Katanya banyak hewan liar kalau malam begini." Gaara menyalakan lampu senter pada jam tangannya, "Sebaiknya kita kembali sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh— okay. Kalau dengar begitu, suasana jadinya seram deh." Naruto memandang ke sekeliling. Hanya ada kegelapan di sana, "A-ayo kita pergi, Gaara..." Katanya sambil separuh mendorong punggung Gaara supaya dia segera berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensasi menembus hutan dalam minimnya cahaya sangat berbeda dengan siang hari. Seolah mereka ada di tempat yang sama sekali berbeda. Gaara memimpin jalan, memastikan kalau mereka ada di jalur yang benar. Papan-papan penujuk jalan digital menjadi satu-satunya pegangan mereka untuk kembali ke markas. Namun baru separuh perjalanan, samar mereka mendengar suara geraman yang cukup keras. Langkah mereka terhenti seketika. Gaara dengan cekatan menyiagakan pistol bius yang selalu ada di tas pinggangnya. Naruto mengedarkan arah lampu senter pada jam ke segala penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan bergerak mendadak!" Kata Gaara, "Genma pernah bilang kalau berhadapan dengan binatang buas, sebisa mungkin jangan berlari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"T-tapi bagaimana kalau ini hewan yang bermutasi?" Naruto juga mengeluarkan pistol biusnya, "Ku rasa... sebaiknya kita cepat-cepat pergi dari sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua pun berjalan mundur mengikuti alur di jalan setapak itu. Masih tetap waspada pada sekeliling. Tapi nasib baik tidak mengikuti mereka, baru berjalan beberapa langkah, di hadapan mereka kini muncul tiga ekor hewan yang mirip dengan serigala yang mereka lihat dalam ensiklopedia, tapi tubuh mereka hanya seperti tulang berbalut kulit dengan taring panjang dan liur yang menetes-netes. Cakarnya siap mengoyak mangsa yang bisa ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukan pekara mudah." Naruto menodongkan pistol di tangannya sementara tiga hewan itu berjalan pelan mendekat pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Seberapa cepat kau bisa menembak?" tanya Gaara, menyiagakan senjata dalam posisi menembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak begitu jago... aku payah kalau disuruh membidik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara memandang sosok buas di hadapannya itu, "Baiklah.. kau tangani yang kiri, sisanya biar aku saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mendebat, Naruto pun mengangguk. Tepat saat itu, seekor hewan yang tidak bisa didefinisikan speciesnya menyerang dua anggota Green Earth itu. Naruto menembakkan pistol berisi peluru bius itu dan hewan itu langsung tergeletak di tanah. Begitu dia menoleh, dia melihat Gaara sudah melumpuhkan dua hewan lainnya. Kekagumannya bertambah pada si rambut merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naruto... seberapa cepat kau bisa lari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh?" Meski heran dengan pertanyaan itu, Naruto menjawab juga, "Lumayan cepat. Memang kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara mundur dua langkah, "Masih ada sekelompok hewan lagi di sini. Peluru kita tidak akan cukup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Naruto pucat seketika, maka tanpa komando, kedua pemuda sebaya itu pun langsung berbalik dan melajukan langkah kaki secepat yang mereka bisa menembus remang malam di tengah hutan. Di belakang mereka terdengar suara lolongan dan juga gonggongan liar yang mengejar mereka. Tak peduli pada cabang pohon atau semak yang mereka terobos dan menggores kulit, Gaara dan Naruto terus berlari hingga mereka melihat cahaya dari tempat tinggal mereka. Gaara mengambil ID Card miliknya untuk membuka pintu nanti. Mereka berdua melompati pagar besi yang mengelilingi tempat itu, tapi hewan-pengejar mereka sudah begitu dekat. Sedikit panik, Gaara pun menggesekkan ID Card itu di kunci pintu yang langsung membuka pintu baja itu. Tak buang waktu, Gaara juga Naruto langsung masuk dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar terdengar suara geraman-geraman liar dan langkah kaki juga suara kuku-kuku tajam yang menggores dinding dan pintu. Nafas Gaara dan Naruto terengah-engah, tapi tak ada yang bicara. Sekali lagi tanpa komando, mereka berdua menekan tombol di samping pintu untuk menyalakan semua lampu sorot yang ada di halaman depan karena mereka ingat sekali Asuma pernah bilang kalau hewan-hewan mutasi macam itu lemah dengan cahaya terang. Benar saja, begitu lampu-lampu sorot di halaman dinyalakan, seketikan kelompok hewan liar itu lari pontang panting dan menghilang ditelan kegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara dan Naruto bersandar di tembok, nafas mereka masih memburu dan jantung mereka berdetak tidak karuan. Bersamaan, tubuh mereka merosot ke lantai, mendadak kaki kehilangan tenaga yang menopang tubuh mereka semenjak tadi. Ketegangan akibat kejadian barusn masih terasa jelas di sekujur tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A ha... Ahahahahaha..." Tawa hambar lepas dari mulut Naruto, "Itu tadi... benar-benar gila sekali..." Kedua tangannya gemetaran hebat dan berkeringat dingin. Tampak pula luka gores di sana sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara pun tak berbeda. Dia masih belum bisa meredakan degup jantungnya yang di atas normal. Ini jauh lebih mengerikan dari game survival atau game horror yang sering dia mainkan dulu. Badannya terasa nyeri karena dia tidak pernah berlari secepat itu. Darah pun mengalir dari luka-luka di tangan dan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaiknya kita obati luka ini." Kata Gaara akhirnya. Susah payah dia berdiri bertumpu pada meja, "Aku mau mandi dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah ya—" sahut Naruto yang masih terduduk di lantai dengan wajah yang agak pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara pun menuju ke kamarnya, segera ke kamar mandi untuk membilas tubuhnya. Begitu air shower menyentuh kulitnya, nyeri langsung terasa dari luka-luka di tangan, muka dan kakinya, karena tadi dia hanya memakai kaus tanpa lengan dan celana jeans pendek. Hewan-hewan seperti itu masih berkeliaran di Motherland... Apa mahkluk-mahkluk seperti itu yang diteliti Neji juga Sakura di divisi mereka? Menyeramkan... Gaara tak pernah merasa takut sampai seperti ini sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siraman air panas menghapus nyeri-nyeri di sekujur tubuhnya, tapi dia tahu kalau ini masih harus diobati. Setelah mandi, Gaara pun memakai piyama mandi dan menuju ke sebuah ruang kecil di sudut kamarnya. Ruang p3k. Duduk di ruang bulat itu, Gaara mengaktifkan ruangan yang berfungsi sebagai dokter pribadi itu. Ada scan yang mengecek eluruh bagian tubuh Gaara dan melaporkan kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luka fisik 10 persen, kelelahan 20 persen. Tak terdeteksi racun atau virus berbahaya." Ujar komputer itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara merasa lega karena tak ada zat berbahaya masuk dalam tubuhnya. Dia pun membiarkan ruangan itu melakukan tugasnya. Ada semacam tangan-tangan mekanik yang mengobati dan membebat luka-lukanya. Setelah selesai, Gaara pun keluar dari kamar dan menuju ke ruang duduk di lantai bawah. Ruangan yang dikelilingi kaca tebal itu menampakkan pemandangan malam hutan yang kini tak begitu tampak karena sinar dari lampu sorot untuk langkah pencegahan supaya hewan-hewan liar itu tak kembali lagi malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak begitu lama, Naruto pun turun, dengan wajah lebih segar dan luka-luka yang sudah diobati. Naruto duduk di sofa yang berhadapan dengan Gaara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ampun... malam ini benar-benar dapat pengalaman yang tidak terlupakan, ya?" Naruto berdiri lagi untuk menuju ke mini bar dan mengambil segelas minuman dingin, "Ternyata indahnya alam masih menyimpan bahaya seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara bersandar dan mengambil sebuah remote dari meja. Dia menekan tombol on dan layar proyeksi muncul di salah satu sisi jendela kaca di ruangan itu, "Seperti kata Iruka, Motherland saat ini masih dalam kondisi labil. Masih banyak hal yang belum bisa ditangani oleh manusia di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya— kita sudah buktikan kalau teori itu benar." Naruto kembali duduk dan menonton acara yang ditayangkan meski itu sama sekali tidak menarik minatnya, "Kau sudah baca berita terbaru? Sepertinya koloni independen di luar Planet Ring mulai bertikai." Kata Naruto, mendadak merubah topik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sudah dengar itu." Gaara mengganti siaran ke channel lain, dan terus begitu, sama sekali tak ada niat untuk menonton, "Benar-benar bodoh... di saat Motherland sudah rusak dengan senjata ciptaan manusia, apa sekarang mereka juga ingin merusak angkasa dengan kebodohan yang sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto menghabiskan isi gelasnya, "Aku juga tidak habis pikir. Sebenarnya apa gunanya perang? Saling menyakiti sesama. Padahal meski kita berasal dari koloni yang berbeda, bukannya dulu kita semua ini bermula dari satu tempat yang sama? Motherland ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andai semua berpikiran sama sepertimu. Mungkin dunia akan damai. Sayangnya... masih ada orang-orang yang berpikiran picik dan egois yang hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa peduli pada dampak yang mereka sebabkan pada lingkungan." Gaara meletakkan remote itu di meja dan bersandar nyaman di sofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak mereka berdua sama-sama terdiam. Masih bingung atas polah manusia-manusia tidak bertanggung jawab. Saat mereka bekerja keras mengembalikan kondisi Motherland seperti semula, ada sekelompok lain yang mulai merusak kedamaian di koloni. Mau sampai kapan mereka terus merusak alam, merusak semesta, merusak tempat yang telah menaungi dan memberi mereka kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara dari televisi mengisi kevakuman suara Gaara dan Naruto. Masing-masing masih memikirkan isu perang yang mulai mengancam kedamaian koloni manusia di luar angkasa. Gaara memejamkan matanya, memikirkan apa yang mungkin terjadi apabila perang benar-benar pecah di koloni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kita berharap saja kalau proposal Green Earth untuk pelarangan industri kimia dan juga militer untuk masuk ke Motherland, bisa disahkan oleh Pemerintah Planet Ring." Gaara berujar pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto mengangguk, "Semoga saja masih ada yang tertarik dan peduli pada lingkungan Motherland. Anak-anak muda dari koloni..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sedang berencana untuk mengajukan diri di kegiatan seminar Green Earth."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tidak percaya Naruto mendengar kata-kata Gaara, karena setahunya, Gaara bukan tipe yang nyaman berada di antara banyak orang dan cenderung penyendiri. Tapi dari situ pula Naruto sadar, bahwa kecintaan Gaara pada Motherland mungkin, ah tidak, tapi pasti lebih besar daripada kecintaannya pada koloni tempat dia lagir dan tubuh besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau benar. Mungkin kita bisa mengajak beberapa junior kita. Aku punya dua adik kelas yang sepertinya tertarik dengan teknologi lingkungan." Naruto berdiri dan meregangkan badannya. "Hngggg! Masih panjang jalan kita untuk memulihkan kondisi Motherland. Kalau ikut memikirkan kebodohan orang-orang pecinta perang dan kekerasan itu, lama-lama otakku bisa meledak. Lebih baik memikirkan bagaimana membersihkan semua kekacauan di planet biru ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada senyum di bibir Gaara saat itu, "Ya— kau benar. Kita masih punya tugas penting di sini. Urusan militer dan politik biar ditangani mereka yang ahli di bidangnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naruto tertawa, "Kau benar. Lebih baik sekarang aku kembali ke lab. Ada yang ingin aku pastikan lagi tentang akar pohon aneh yang kita temukan kemarin. Kau ikut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu." Gaara mematikan televisi dan mengikuti Naruto ke laboratorium yang merupakan surga bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya sadar kalau jalan mereka masih panjang. Motherland masih butuh banyak perhatian dan kasih sayang dari manusia. Saat ini mereka hanya ingin memfokuskan diri pada apa yang mereka kerjakan. Sekecil apapun pengaruhnya pada Motherland, Gaara dan Naruto hanya berharap apa yang mereka kerjakan saat ini membawa satu kebaikan bagi tanah yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah—kalau menikah nanti, aku mau menikah di Motherland dan tinggal di sini." Seru Naruto mendadak begitu dia duduk di depan microscope. "Nanti aku mau mendirikan pusat riset di daerah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Impianmu jauh sekali." Gaara memakai sarung tangan karetnya dan mulai bekerja dengan akar serabut aneh yang ditemukan tak jauh dari sungai, "Memang kau sudah ada rencana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana sih selalu ada. Meski pelaksanaannya masih jauh nanti." Naruto terkekeh dan memakai kacamata kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara duduk di depan mesin scanner dan meletakkan akar yang telah dia potong melintang, "Tapi menurutku... menikah dan tinggal di Motherland bukan pilihan jelek. KU bayangkan rumah kecil dari kayu, seperi pusat satwa milik Anko, lalu halaman yang penuh dengan bunga dan pepohonan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! Kau benar! Lalu aku akan buat kolam ikan dan juga kebun. Pasti indah sekali." Sambung Naruto dengan semangat seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan tentang masa depan yang indah entah bagaimana adi pemicu semangat mereka untuk bekerja dengan lebih giat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah, air dan udara di Motherland ini akan mereka jaga. Bukan untuk mereka, melainkan untuk generasi selanjutnya, agar mereka mulai bisa menghargai alam. Menjaganya. Menyayanginya. Agar kelak nafas kehidupan kembali pada bumi ini. dengan hamparan padang hijau dan langit biru yang memayunginya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE END&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-UO4ii0XYqfc/TZgTtOpaG7I/AAAAAAAAAGQ/OAheLN4_jBc/s1600/164855_1852153988811_1389614333_2113430_6905747_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UO4ii0XYqfc/TZgTtOpaG7I/AAAAAAAAAGQ/OAheLN4_jBc/s400/164855_1852153988811_1389614333_2113430_6905747_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591240605127285682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-5845996436327112206?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/5845996436327112206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=5845996436327112206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/5845996436327112206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/5845996436327112206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/04/planetarium-gaanaru-friendship-fanfic.html' title='Planetarium , GaaNaru Friendship Fanfic'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UO4ii0XYqfc/TZgTtOpaG7I/AAAAAAAAAGQ/OAheLN4_jBc/s72-c/164855_1852153988811_1389614333_2113430_6905747_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-2106116718686538141</id><published>2011-03-02T22:29:00.005+07:00</published><updated>2011-03-02T23:02:35.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gundam'/><title type='text'>Frozen Teardrop dan Glory of the Defeated</title><content type='html'>Setelah sekian belas tahun (1995-2011) akhirnya dahaga saya akan Gundam Wing terpuaskan dengan munculnya Novel Frozen Teardrop dan juga Manga Glory of The Defeated sebagai perayaan 15 tahun seri Gundam Wing. SUNRISE benar-benar tahu cara memanjakan fans Gundam Wing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manga Glory of the Defeated berkisah hampir 100% sama seperti animenya, tapi diselipkan subplot yang diambil dari manga Episode Zero yang menceritakan tentang masa lalu 5 pilot Gundam. Meski cerita sudah bisa ditebak para fans, tapi ditunjang dengan art yang menawan, Gundam Wing : Glory of the Defeated ini wajib menjadi salah satu dari koleksi exclusive :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Gundam Wing : Glory of the Defeated)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-G7ClnH96kO4/TW5ktC4NPII/AAAAAAAAAGA/W7KGXqlDh6s/s1600/gundam_wing_-_five_pilots.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-G7ClnH96kO4/TW5ktC4NPII/AAAAAAAAAGA/W7KGXqlDh6s/s400/gundam_wing_-_five_pilots.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579507713388133506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara novel Frozen Teardrop mengambil setting jauh di masa depan, yaitu 30 tahun dari seri terakhir Gundam Wing : Endless Waltz. Mengisahkan tentang anak-anak dari para Pilot Gundam yang telah menjadi kisah legenda. Menyuguhkan satu cerita yang complex dan lebih rumit dari cerita pendahulunya. Sejauh ini baru ada 4 chapter dan masih banyak menyimpan misteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Cover Gundam Wing : Frozen Teardrop yang menampilkan Duo Maxwell Jr yang duduk di atas sebuah cryocapsule yang berisikan 'Heero Yuy')&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qvN1c5-Gmtg/TW5ogig8BxI/AAAAAAAAAGI/QHWKue1s4V8/s1600/FT_Duo_Jr_freezero_cover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qvN1c5-Gmtg/TW5ogig8BxI/AAAAAAAAAGI/QHWKue1s4V8/s400/FT_Duo_Jr_freezero_cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579511896588683026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri masih penasaran dengan tokoh-tokoh yang dimunculkan di sana. Duo Maxwell jr, Kathy Po, Trowa Phobos, Katherine Oud Winner, Vingt Khushrenada, Odin Lowe dan masih banyak tokoh lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain.. akhirnya jiwa FansGirling saya untuk seri ini pun kembali bangkit karena adanya novel yang masuk dalam kategori 'KEREN' bagi saya ini^^ Sekarang saya hanya bisa bersabar sampai ada orang baik hati yang bersedia menterjemahkan Novel Frozen Teardrop ini dalam bahasa Inggris.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-2106116718686538141?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/2106116718686538141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=2106116718686538141' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2106116718686538141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2106116718686538141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/03/frozen-teardrop-dan-glory-of-defeated.html' title='Frozen Teardrop dan Glory of the Defeated'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-G7ClnH96kO4/TW5ktC4NPII/AAAAAAAAAGA/W7KGXqlDh6s/s72-c/gundam_wing_-_five_pilots.gif' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-839232602630052186</id><published>2011-02-28T21:00:00.004+07:00</published><updated>2011-02-28T21:37:08.565+07:00</updated><title type='text'>Sekilas tentang Duo Maxwell</title><content type='html'>Baiklah... ternyata minggu ini hidup saya dihantui oleh seri Shin Kidou Senki Gundam Wing. Tapi karena ini bukan kali pertama saya menonton anime itu, jadi saya ga fokus ama ceritanya, melainkan pada tokoh kesayangan saya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah Duo Maxwell, dari Gundam Wing (1995). Si orang Amerika berambut coklat panjang berkepang ini adalah tokoh favorit saya di Gundam Wing. Bukan hanya karena mukanya yang imut itu dan juga Toshihiko Seki sebagai sang seiyuu, melainkan karena latar belakang tokoh ini sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_Ozd3nwWz4g/TWusQkRM75I/AAAAAAAAAF4/Dm0ATZMAmtk/s1600/501690.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_Ozd3nwWz4g/TWusQkRM75I/AAAAAAAAAF4/Dm0ATZMAmtk/s400/501690.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578741964042203026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Duo digambarkan sebagai seorang yang ceria, ramah, mudah bergaul, sedikit ugal-ugalan dan lebih suka bertindak daripada berpikir. Tapi dibalik semua itu, sosok Duo terbentuk dari satu kisah masa lalu yang sama sekali jauh dari kata 'bahagia'. Sejak dia bisa mengingat, dia sudah hidup di jalanan bersama anak-anak yatim korban perang. Tanpa nama, tanpa keluarga dan hidup dalam dunia yang kejam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan nama Duo pun dia pakai karena 'pimpinan kelompok'nya yang bernama Solo, meninggal karena virus. Sejak saat itu Duo dan anak-anak lainnya bertahan hidup di jalanan, bahkan harus mencuri untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia bertemu dengan Father Maxwell, pendeta di gereja yang ada di Koloni L2, tempatnya tinggal. Dia bersama dengan anak jalanan lain pun diasuh di gereja itu. Saat semua anak jalanan medapatkan keluarga adopsi, hanya Duo yang terus saja membuat masalah hingga akhirnya dikembalikan ke gereja. akhirnya Duo pun hidup di Gereja itu bersama Father Maxwell dan Sister Helen. Dua orang yang dianggap Duo sebagai keluarganya. Sister Helen adalah orang yang mengepang rambut panjang Duo yang memang tidak terurus sejak dulu, dan hingga dewasa, rambut kepang menjadi ciri khas Duo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duo tak percaya pada Tuhan dan Dewa. Karena selama hidupnya, dia tidak pernah melihat keajaiban, yang dia lihat hanyalah kematian. Jikapun Dewa itu ada, bagi Duo, hanya Dewa Kematian saja. Keyakinan itu makin kuat begitu terajadi satu peristiwa yang membawa Duo menjadi seorang Pilot Gundam. satu peristiwa yang dikenal sebagai 'Maxwell Church Massacre' - 'Pembantaian Gereja Maxwell' yang terjadi karena perang antara Aliansi Bumi dan Koloni Luar Angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia berusia 15 tahun, Duo menyelinap di salah satu kapal Cargo yang membawa sebuah Mobile Suit. Dia bertemu dengan Professor G yang megatakan kalau Duo memiliki kemampuan sebagai Pilot Gundam karena dia berhasil membobol sistem keamanan di pesawat itu. Maka sejak saat itu Duo pun menjadi pilot untuk Mobile Suit XXXG-01D Gundam Deathscythe dan dia pun memakai julukan sebagai 'Shinigami' - The God of Death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well-- itulah yang buat aku tetap dan makin cinta ama tokoh ini meski sudah lebih dari 15 tahun anime ini pertama kali tayang. Dan menurut saya pribadi, Shin Kidou Senki Gundam Wing atau Mobile Suite Gundam Wing ini adalah salah satu seri Gundam terbaik yang pernah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya misi saya pun bertambah lagi... mendownload semua episode, OVA dan juga Movie dari Gundam Wing ini. Wish me luck my dearest friends. Saya akan melaksanakan misi saya ini sekarang... See you Next Time :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-839232602630052186?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/839232602630052186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=839232602630052186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/839232602630052186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/839232602630052186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/02/sekilas-tentang-duo-maxwell.html' title='Sekilas tentang Duo Maxwell'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_Ozd3nwWz4g/TWusQkRM75I/AAAAAAAAAF4/Dm0ATZMAmtk/s72-c/501690.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-2526353317470762424</id><published>2011-02-24T08:17:00.007+07:00</published><updated>2011-02-24T08:30:29.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gundam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anime'/><title type='text'>Cinta Lama Bersemi Kembali</title><content type='html'>Hehehehehehehe.... Jangan tertipu judul ya... Ini bukan CLBK ama mantan cowok aku kok^^ Tapi Jatuh Cinta lagi sama anime lawas yang dulu aku gilai banget. Judulnya MOBILE SUIT GUNDAM WING!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari saya yang menonton -lagi- Mobile Suit Gundam 00 yang dipinjamkan oleh Julie san. Dari sana akhirnya saya malah mulai nonton lagi seri-seri Gundam lawas macam SEED, Zeta dan akhirnya saya juga nonton WING. Alhasil, jiwa otaku yang emang udah ga terbendung lagi, langsung berFGing ria memandang 5 pilot rupawan di GUNDAM WING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mereka^^&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0fcPNwMDAXs/TWWzIJLO1aI/AAAAAAAAAFw/L1zrgU5vR9Q/s1600/Get%2BReady.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0fcPNwMDAXs/TWWzIJLO1aI/AAAAAAAAAFw/L1zrgU5vR9Q/s400/Get%2BReady.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577060666051581346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang lagi menjawab tantangan temen untuk nonton seri GUNDAM WING ini tanpa text. Alhasil, dalam 3 hari saya beru bisa menyelesaikan 2 episode dengan persentasi pengertian 80%. Tapi tak apalah... semua seri GUNDAM memang layak untuk ditonton terus dan terus dan terus... Soalnya tak cuma menampilkan adegan pertarungan antar mecha yang seru, tapi juga jalan cerita dari GUNDAM ini menyampaikan banyak sekali pesan dan moral. Tentang perang, tentang kemanusiaan, tentang arti dari perdamaian, tentang emosi yang kadang bisa menyesatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa saya tak akan pernah bosan untuk menikmati apa yang ditawarkan oleh seri unggulan dari studio SUNRISE ini :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-2526353317470762424?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/2526353317470762424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=2526353317470762424' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2526353317470762424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2526353317470762424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/02/cinta-lama-bersemi-kembali.html' title='Cinta Lama Bersemi Kembali'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0fcPNwMDAXs/TWWzIJLO1aI/AAAAAAAAAFw/L1zrgU5vR9Q/s72-c/Get%2BReady.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-6668381570692273007</id><published>2011-02-18T20:54:00.003+07:00</published><updated>2011-02-18T21:29:31.988+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman menjadi juri IFA</title><content type='html'>IFA adalah Indonesian Fanfiction Awards. Meski berbunyi Awards, tapi ini adalah event yang diciptakan oleh para Author, dengan asas dari author dan untuk author. Tak ada penghargaan berupa materi atau Trophy, tapi menurut saya pribadi, antusias para author fanfic untuk ajang ini tetap tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di IFA 2009 lalu saya memang berpartisipasi hanya sebagai peserta saja. Dan entah keberuntungan apa yang menghinggapi saya hingga saya dianugrahi gelar sebagai "Author Terproduktif". Sungguh itu menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk terus mengasah kemampuan saya menciptakan satu fanfic yang layak baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di IFA 2010 kemarin, saya mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam IFA di posisi yang lebih dalam lagi. Yaitu sebagai juri. Jujur ini pun merupakan satu kehormatan bagi saya, dipercaya untuk menilai fanfiction-fanfiction yang masuk dalam nominasi IFA 2010. Dengan pengalaman ini, saya mendapat banyak sekali pengalaman baru. Membaca ratusan chapter dari judul dan fandom yang berbeda memberi saya tambahan ilmu dalam dunia fanfiction. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah saya menyelesaikan tugas di IFA 2010 ini, saya mendapatkan satu rewards dari rekan panitia pelaksana IFA 2010. Yaitu berupa satu gambar yang menurut saya keren sekali. Yak!!! Gambar Gaara sama dari Catt san XD Ini benar-benar satu reward yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-D2fUXwvVA-g/TV6BLebOjVI/AAAAAAAAAFo/EDt8amG2r-Y/s1600/Gaara%2B%2528Catt-san%2Bkara%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-D2fUXwvVA-g/TV6BLebOjVI/AAAAAAAAAFo/EDt8amG2r-Y/s400/Gaara%2B%2528Catt-san%2Bkara%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575035422877060434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu art yang indah menurut saya. Meski hanya dengan pensil tapi itu justru menjadi daya tariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... sungguh saya tidak menyangka akan mendapat 'gaji' seperti ini^^ Andai nanti didaulat lagi menjadi Juri untuk IFA 2011, saya akan dengan senang hati menerimanya :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak!! Entri saya kali ini berakhir sampai di sini.Sampai jumpa di lain waktu XD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-6668381570692273007?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/6668381570692273007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=6668381570692273007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/6668381570692273007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/6668381570692273007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2011/02/pengalaman-menjadi-juri-ifa.html' title='Pengalaman menjadi juri IFA'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-D2fUXwvVA-g/TV6BLebOjVI/AAAAAAAAAFo/EDt8amG2r-Y/s72-c/Gaara%2B%2528Catt-san%2Bkara%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-4300380654840285811</id><published>2010-12-31T21:58:00.007+07:00</published><updated>2010-12-31T23:33:34.085+07:00</updated><title type='text'>Coretan Akhir Tahun</title><content type='html'>Ga tau kenapa, di penghujung tahun ini aku jadi pingin bahas manga yang telah membuatku bernostalgia di 2010. YAP!! Seperti kataku di entry lalu, KEKKAISHI!! Manga itu bener2 membuat aku sekali lagi terperosok jatuh dalam pesona seorang SHISHIO GEN! dengan judesnya, dengan polosnya, dengan semua yang ada pada dirinya. Sok cool dan cuek padahal perhatian ama orang2 di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah dia, My sweet SHISHIO GEN!! 14 years old :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR3xBLXffbI/AAAAAAAAAEk/qcPeKg2IKLU/s1600/414_76_414__Kekkaishi_ch76_15..jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 315px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR3xBLXffbI/AAAAAAAAAEk/qcPeKg2IKLU/s320/414_76_414__Kekkaishi_ch76_15..jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556862517778546098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya -seperti biasa- pertama dia muncul tuh, ga seberapa menaruh perhatian, karena tersita oleh imutnya si tokoh utama SUMIMURA YOSHIMORI. Namun lama kelamaan, mulai menaruh respek sana Gen. Terlebih ketika tahu cerita masa lalunya. AHH!!! AKU JATUH CINTA PADANYA. di satu sisi mengingatkan aku pada Gaara. Sosok bocah yang merindukan satu kehangatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka juga pada progress Gen yang lambat laun mulai bisa akur dengan dua rekan kerjanya, Yoshimori dan YUKIMURA TOKINE. Dua orang yang bisa menerima dia apa adanya meski sudah tahu tentang dirinya yang seorang Ayakashi Majiri dan juga kisah kelam di masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR3zUbTTAlI/AAAAAAAAAEs/c7es3L0z0xE/s1600/414_75_ZUZUX_kekkaishi_v08_188.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR3zUbTTAlI/AAAAAAAAAEs/c7es3L0z0xE/s200/414_75_ZUZUX_kekkaishi_v08_188.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556865047496688210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan, kesan cool Gen ancur seketika karena kepengaruh ulah Yoshimori yang suka bertindak spontan tanpa berpikir dulu. Tapi meski begitu, tertangkap jelas kalau Gen mengganggap Yoshimori sebagai teman terbaiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR30xUuBcbI/AAAAAAAAAE0/PKsdrmAyPNg/s1600/414_84_JVSFT_kekkaishi_v09_165.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR30xUuBcbI/AAAAAAAAAE0/PKsdrmAyPNg/s320/414_84_JVSFT_kekkaishi_v09_165.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556866643457569202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Gen harus menutup lembaran hidupnya di usia yang masih sangat muda, tapi dia sudah menjalani kehidupannya dengan baik. paling tidak dia menutup kisahnya dengan berpegang teguh pada keyakinannya, dan bisa melakukan apa yang paling ingin dia lakukan, melindungi orang-orang yang dia sayangi. Ah... sampai sekarang pun aku pasti menitikkan airmata setiap kali melihat scene kematian Gen. Tapi dia akan tetap hidup dalam hatiku #halah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai chapter terbaru pun, tampak jelas kalau kematian Gen membawa perubahan pada diri Yoshimori. Seorang Yoshimori yang menganggap misinya sebagai seorang Kekkaishi semata hanya karena 'misi keluarga', kini mulai beranjak dewasa. Membuat dia berkeyakinan untuk terus menjadi lebih kuat, agar orang-orang tersayangnya tak lagi terluka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gen memang telah tiada, tapi kenangannya tidak pernah hilang. Yoshimori pun tanpa sadar sering berandai kalau saja Gen masih hidup. Saat berlatih, saat melamun. Bagaimana seorang fujoshi macam saya tidak menangkap hint seperti itu XD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya pair GenYoshi menjadi salah satu dari pair favorit aku. Hubungan mereka yang diwarnai cekcok dan adu mulut itu malah membuat kesan deep. Sifat Yoshimori yang angin-anginan dan Gen yang berusaha bersikap dewasa, entah kenapa terasa jadi saling melengkapi. Hingga... jadilah pikiran2 aneh saya itu terwujud dalam satu goresan pensil yang seperti ini XD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR33dm5s1gI/AAAAAAAAAE8/d56GScYlJgg/s1600/GenYoshiHug.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR33dm5s1gI/AAAAAAAAAE8/d56GScYlJgg/s320/GenYoshiHug.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556869603275888130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gen!! Aku tidak akan melupakanmu!!&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Sekian kegalauan saya di akhir tahun.&lt;br /&gt;SELAMAT TAHUN BARU 2011&lt;br /&gt;HAPPY NEW YEAR 2011&lt;br /&gt;明けましておめでとうございます, 今年も宜しくお願いします.&lt;br /&gt;(Akemashite Omedetou Gozaimasu, Kotoshi mo Yoroshiku Onegaishimau)&lt;br /&gt;Tahun ini pun mohon bantuannya XDD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-4300380654840285811?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/4300380654840285811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=4300380654840285811' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/4300380654840285811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/4300380654840285811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2010/12/coretan-akhir-tahun.html' title='Coretan Akhir Tahun'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TR3xBLXffbI/AAAAAAAAAEk/qcPeKg2IKLU/s72-c/414_76_414__Kekkaishi_ch76_15..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-409595445227109608</id><published>2010-11-12T12:27:00.002+07:00</published><updated>2010-11-12T12:38:23.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fansgirling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gaara'/><title type='text'>Mode Fansgirling : On</title><content type='html'>Baru baca manga Naruto Chap 516. Alhasil, aku jadi berfansgirling ria melihat kemunculan seorang Gaara. Bukan sekedar muncul aja, tapi kemunculan yang menjadi bukti betapa seorang Sabaku no Gaa telah berubah dengan drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaa yang dulu hanya seorang yang dianggap sebagao senjata belaka dan hidup dalam dendam, kini telah berubah dewasa. Menjadi seorang Kazekage dengan tanggung jawab yang begitu berat untuk dipikul remaja belasan tahun, Gaara berhasil membuktikan kalau dia sanggup menjadi lebih baik. Memperoleh simpati dari rakyatnya dan memdapat kepercayaan yang mungkin dulu hanyalah khayalan dalam impiannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang chap 516 kemarin, pidato Kage muda itu bikin aku ga tau kenapa jadi berkaca-kaca. Mungkin karena Gaara bisa menyatukan begitu banyak Shinobi dari berbagai negara hingga menjadi satu kesatuan yang solid. Ga bisa bayangin kata-kata seorang remaja belia bisa mempersatukan begitu banyak perbedaan. Shinobi dari negara yang dulunya saling bermusuhan, bisa mengesampingkan masalah itu demi menghadapi perang di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaara... Kau tumbuh jadi pemuda yang mengagumkan *nangis haru* *disambit kipas ama Temari nee*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah-- Cukup untuk mode fansgirling aku hari ini. Hehehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-409595445227109608?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/409595445227109608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=409595445227109608' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/409595445227109608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/409595445227109608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2010/11/mode-fansgirling-on.html' title='Mode Fansgirling : On'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-785946967778868141</id><published>2010-11-09T09:50:00.005+07:00</published><updated>2010-11-09T10:03:43.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kembali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Kembali pada Blog</title><content type='html'>Hohohohoho... sekali lagi aku lupa kalo punya blog. Hem... Ampe pssword aja lupa =__=a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya? Mungkin karena lebih sering nampang di jejaring sosial macam pesbuk en tuit. Jadinya Blog ini terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya-- lagi ga ada yang dikerjain, jadinya rutinitas harian juga samaaaa aja. Online, ngetik fic, baca fic, kadang ripiu kadang jadi silent reader. Kalo lagi ga males ya keluar keliling kota, entah ke rumah temen, ato jajan bakso :p Pingin nyari kegiatan yang berbeda tapi belum nemu. Paling beda juga nyoret-nyoret kertas buat bikin fanart. Kae gini nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TNi5gBK9w4I/AAAAAAAAAD8/N2tN63FkacU/s1600/Kekkaishi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TNi5gBK9w4I/AAAAAAAAAD8/N2tN63FkacU/s320/Kekkaishi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537379701573403522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kelabilan diriku yang ga tau kenapa mendadak doyan lagi ama judul manga-anime Kekkaishi. Dan untuk Kekkaishi, akan dibahas di Entry yang lain :3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-785946967778868141?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/785946967778868141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=785946967778868141' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/785946967778868141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/785946967778868141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2010/11/kembali-pada-blog.html' title='Kembali pada Blog'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/TNi5gBK9w4I/AAAAAAAAAD8/N2tN63FkacU/s72-c/Kekkaishi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-8373717067978037694</id><published>2010-01-13T10:30:00.004+07:00</published><updated>2010-01-13T10:37:23.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lupa'/><title type='text'>Lama Ga Mampir ke Blog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/S00_f9zgKKI/AAAAAAAAADI/3MnYuAuwMPk/s1600-h/NgOmOnG+paAn!+YaCh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/S00_f9zgKKI/AAAAAAAAADI/3MnYuAuwMPk/s320/NgOmOnG+paAn!+YaCh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426062944450390178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HYAHAHAHAHAHHAHAHA.... Ampe lupa kalo punya Blog^^ Udah lama banget ga ngisi ini Page^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well... Akhir-akhir ini kesibukan tetap monoton. rasanya waktu ga bergerak sama sekali di sekitar aku gara-gara kegiatan rutin harian yang itu ituuuuu ajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini lagi sueneng buanget. abisnya banyak dapet Snape Fic baru^^ Yeah... setelah mengungs dari kebiasaan nulis fic di Fandom Naruto, sekarang aku dapet tempat nyaman untuk berkreasi. yups... di fandom Harry Potter tentunya. makasih buat Ambu San da Niero yang setia merecoki saya dengan keajaiban Dunia Sihir^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah.. sekedar mengisi yang terlupa. mungkin lain kali nge-post apaaaa gitu di sini. hari ini cuma iseng doang sih XD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga hari ini jadi hari yang menyengkan untuk kita semua^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-8373717067978037694?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/8373717067978037694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=8373717067978037694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/8373717067978037694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/8373717067978037694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2010/01/lama-ga-mampir-ke-blog.html' title='Lama Ga Mampir ke Blog'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/S00_f9zgKKI/AAAAAAAAADI/3MnYuAuwMPk/s72-c/NgOmOnG+paAn!+YaCh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-2900411085126939848</id><published>2008-11-29T11:23:00.005+07:00</published><updated>2008-11-29T11:50:46.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BT Laper'/><title type='text'>Urusan BT dan Perut *??*</title><content type='html'>Gag tau kenapa pagi ini saia bangun dengan suasana hati yang super BURUUUUUK banget. rasanya kayak mau meledak saking jengkelnya. nah masalahnya--saia gag tau masalah apa yang bikin hati saia jadi mendung gelap kaya gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gag ada yang ngerasain kaya gitu? tiba-tiba bangun en ngerasa jengkel gag jelas. ato mungkin gara-gara mimpi ya? emang mimpi bisa ngaruh, ya? *cengok face mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya hari ini aku jadi super BT. ampe PRT ku ajah bilang "mbak, kok mukanya serem sih? kaya' mak lampir." JDUEEEENG!!! saia jadi mikir, seseram itukah muka saia? lha gimana kalo ponakan saia pulang skul ntar? bisa2 ngabur lagi liat muka horor tantenya. huehehehhehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya saia pun memutuskan, "AYO LAKUKAN SOMETHING FUN TODAY!!" dan jadilah saia... menghidupkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SunaChan&lt;/span&gt;, My Cute laptop, terus nyalain Winamp Kenceng2!! secara kalo sabtu aku pasti home alone, PUAS!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legaan dikit karena udah ngedenger lagu2 fave aku, ati mulai plong nih. lirik2 jam, masih ada 1 jam sebelum punakan tersayang pulang skul. beranjaklah saia dari singgasana *baca kasur* dan membuka laci meja belajar saia *biar udaj kerja--teuteup butuh meja belajar doooonk* dan menarik keluar &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;My Honey KazeKun&lt;/span&gt;, My PSP yang kebeli dari nabung gaji 2 bulan. ahahahhaha *gag penting* dan-- sekali lagi PUAS Saia memainkan FF VII Crisis Core yang udah 3 kali aku mainin ampe tamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai ilang perasaan BT saia. dan saat itu saia baru nyadar saru hal yang paling pentingyang belum saia lakukan. duduklah saia lagi di singgasana, berpikir, apa yang kurang ya hari ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi, udah donk! percuma aku bangun jam 4 tiap ari kalo gag mandi pagi-pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat? ya gag mungkin belumlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saia sadar.... Cacing2 peliharaan saia di perut belum dikasih jatah hari ini. GOD!! saia liat jam dinding bergambar Monokurobo itu, Sudah jam 11 *sweatdrop* baru inget juga kalo semalem saia gag makan malem gara-gara keasikan maen Age Of Empire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saia juga inget kata orang tua jaman dulu *masa iya sih* kalo tidur dengan perut kosong, waktu bangun ntar badan pasti kerasa gag enak. DAN SAIA BUKTIKAN ITU SAUDARA2!!! Huhuhuhuhuhu. ternyata muka horor saia disebabkan oleh perut saia yang keroncongan. sungguh memalukan *pake topeng L*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya weiz, sekarang siai curhat di sini sambil memangku sepiring mie goreng en telur mata sapi. Sarapanku molor hingga 4 jam^^. gimana makan siang saia ntar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sodara2 sekalian.... ingatlah nasehat saia. Urusan perut itu bukan hal sepele. HUEHEHHEHEHEHHEHE XD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/STDI4SBWZCI/AAAAAAAAACQ/qVGDd6kQtY0/s1600-h/img20070627.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/STDI4SBWZCI/AAAAAAAAACQ/qVGDd6kQtY0/s320/img20070627.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273936032886580258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-2900411085126939848?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/2900411085126939848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=2900411085126939848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2900411085126939848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2900411085126939848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/urusan-bt-dan-perut.html' title='Urusan BT dan Perut *??*'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/STDI4SBWZCI/AAAAAAAAACQ/qVGDd6kQtY0/s72-c/img20070627.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-5814010280177042668</id><published>2008-11-28T13:41:00.003+07:00</published><updated>2008-11-28T13:44:41.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Aku dan deviant Art</title><content type='html'>Akhirnya saia bisa nngubek2 dA juga. setelah kursus kilat pada sohin saia di Singapore. huhuhuhuhu. dasar orang lemot.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akhirnya saia punya wadah untuk menyalurkan hobi saia. kalu iseng mampir di &lt;a href="http://aicchan.deviantart.com/"&gt;sini&lt;/a&gt; yaa....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-5814010280177042668?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/5814010280177042668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=5814010280177042668' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/5814010280177042668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/5814010280177042668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/aku-dan-deviant-art.html' title='Aku dan deviant Art'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-5508006445108907676</id><published>2008-11-28T09:30:00.005+07:00</published><updated>2008-11-28T09:51:22.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>Kumat Isengnya gara gara gHee XD</title><content type='html'>Akhir akhir ini--karena kembali ke hobi lama saia yaitu menggambar... kumat lagi deh penyakit iseng saia ^^... begini ceritanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu *halah* saia membaca kembali  karya gHee yang aku suka. Sivolami. nah--timbullah niat saia untuk membuat sebuah... apa ya namanya.... ilustrasi kali ya? Untuk  Fic tersebut. walo hasilnya bisa dibilang ancur *gali lubang kubur diri idup-idup*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SS9biED9HxI/AAAAAAAAACI/0L_3xi4H2t0/s1600-h/Sivolami.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 287px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SS9biED9HxI/AAAAAAAAACI/0L_3xi4H2t0/s320/Sivolami.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273534329438150418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ilustrasi untuk Sivolami. lha saia gag tau gimana muka obito waktu dewasa... ngarang deh *ditakol barengan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi *cei;ah, aku kesambet Khalil Gibran kali ya?* lagu Josh groban - Si Volvieras ami, jadilah saia makin menggebu untuk membuat gambar yang gag jelas tersebut. huhuhuhuhu. kenapa saia gag bisa gambar lebih bagus lagi siiiiiih. gHee jangan marah ya ma saia TT.TT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada proyek sih untuk buat olustrasi dari fic yang ngena buat saia. moga2 hasilnya bisa lebih beres dari ini. huhuhuhu *nangis darah*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-5508006445108907676?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/5508006445108907676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=5508006445108907676' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/5508006445108907676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/5508006445108907676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/kumat-isengnya-gara-gara-ghee-xd.html' title='Kumat Isengnya gara gara gHee XD'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SS9biED9HxI/AAAAAAAAACI/0L_3xi4H2t0/s72-c/Sivolami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-786707207670455323</id><published>2008-11-25T10:17:00.005+07:00</published><updated>2008-11-25T11:58:33.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hobi'/><title type='text'>Kembali Ke Hobi Lamaku</title><content type='html'>Setelah putus asa pada Kishi Chan yang sudah begitu teganya membunuh Kakashi Sensei setelah sebelumnya dia bunuh Itachi Sama, saia pun melampiaskan kekesalan saia pada hobi saia yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yup, biar begini aku suka banget lho ngegambar. jadinya yaaah--aku memaksa otak dan tanganku membuat gambar seaneh2nya. mo liat? nih..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SSuBE0a6gTI/AAAAAAAAAB4/EZ15nmFwV84/s1600-h/Scan+005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SSuBE0a6gTI/AAAAAAAAAB4/EZ15nmFwV84/s320/Scan+005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272449708558287154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SSuBfFNyxUI/AAAAAAAAACA/bsUkz3Mwh_g/s1600-h/Scan+004.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SSuBfFNyxUI/AAAAAAAAACA/bsUkz3Mwh_g/s320/Scan+004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272450159743255874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uaneeeeh Sangat yaaaaa&lt;br /&gt;tapi itulah saia, suka iseng. daripasa stress gag jelas, mending menuangkan ispirasi dalam kertas *halah bahasaku*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas akhir2 ini saia kembali pada hobi saya ngabisin kertas SIDU A4 dirumah  buat coret-coret gag jelas begini. ampe sodari saia mendelik coz dia jadi gag bisa ngeprint. ahahahhaha... rasaiiiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih tentang balik ke hobi lama, saia akhir2 ini juga balik pada hobi ngegame saia. dan bukan sembarang game, saia kembali memainkan game lawaz saia. dan gag sembarang lawaz... SAIA MENGAMBIL KEMBALI PS1 SAIA DARI LEMARI SAIA, hohohoho.Suikoden dan FF adalah 2 game pertama yang aku mainkan kemaren^^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi itu emang asik^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar lagi aaaah&lt;br /&gt;Nge Game Lagi aaaah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-786707207670455323?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/786707207670455323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=786707207670455323' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/786707207670455323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/786707207670455323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/kembali-ke-hobi-lamaku.html' title='Kembali Ke Hobi Lamaku'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SSuBE0a6gTI/AAAAAAAAAB4/EZ15nmFwV84/s72-c/Scan+005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-696863033256365463</id><published>2008-11-22T10:12:00.000+07:00</published><updated>2008-11-22T10:55:17.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kakashi'/><title type='text'>Mo Nangis Darah</title><content type='html'>Huhuhuhuhu&lt;br /&gt;Abis Baca Naruto Chapie 425... Saia udah ngabisin tissue 1 pak.&lt;br /&gt;Kakashi.... my Dearest Sensei.... Why you Leave us like This?&lt;br /&gt;tapi...masi ragu sih? idup? mati? idup? mati?.... AAAAARRRRGGHHHH!!!! Saia tetetp pingin si kakashi Iduuuuuuupppp!!!! Huhuhuhuhuhuhu..... &lt;br /&gt;Seperti kata gHee... Setelah dia sok jagoan nolong Iruka Sensei, eehh--malah akhirnya nyebut di Obito.. dia itu maunya sama sapa seeee!!!! *mangkel dengan sendirinya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kishi Sensei tega. Kalo aku ke Jepang lagi, bakal aku kirim bom atom dia. hu uh!! MENYEBALKAAAAAN!!! JANGAN BUNUH KARAKTERMU LAGIIIII!!!! huhuhuhuhu *nangis darah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah--saia mau nangis dulu meraung-raung di tolirt *kenapa juga di toilet?*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-696863033256365463?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/696863033256365463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=696863033256365463' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/696863033256365463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/696863033256365463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/mo-nangis-darah.html' title='Mo Nangis Darah'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-4822914209344862585</id><published>2008-11-11T10:42:00.006+07:00</published><updated>2008-11-11T11:55:34.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>UMI SAIA NAIK HAJI---ALHAMDULILLAH</title><content type='html'>Tanggal 13 besok, Umi saia bakal pergi ke tanah suci Mekkah. buat temen-temen semua... mohon doa restunya yaaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saia jadi mikir... Umi saia bakal jadi hajah, kok anaknya kagak bisa tobat ya? tetep aj freak fujoshi? hehehhe. emang yang mananya hobi susah dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus saia jadi mikir--selama sebulan lebih, rumah bakalan jadi sepi tanpa suara Umi saia yang lebih keras daripada petir itu. saia jadi bisa lebih tenang ngenet dirumah, nonton anime di TV gede di ruang tengah, nyetel VCD ampe pagi *Lho?!*... ga' ding, saia jadi mikir--pasti rumah bakal sepi bangeeet. biasanya Umi udah Berkokok sebelum ayam jago bangun en nyuruh saia mandi, sholat, masak... duuh--bisa ga ya saia bangun pagi buat Subuh-an tanpa suara Umi sebagai weker alami saia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum berangkat aja saia udah kangen ama Umi. Moga-moga Umi saia bisa jadi haji Mabur. AMIN!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-4822914209344862585?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/4822914209344862585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=4822914209344862585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/4822914209344862585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/4822914209344862585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/umi-saia-naik-haji-alhamdulillah.html' title='UMI SAIA NAIK HAJI---ALHAMDULILLAH'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-2685528007622458694</id><published>2008-11-05T11:56:00.004+07:00</published><updated>2008-11-05T12:30:53.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Menghela Nafas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREvgthYSCI/AAAAAAAAABw/JM9HRX0wAt8/s1600-h/Kakashi_x_Iruka759.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREvgthYSCI/AAAAAAAAABw/JM9HRX0wAt8/s320/Kakashi_x_Iruka759.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265041678394738722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kadang saia suka ga habis pikir ya.... di FFnet, tempat aku post semua fic yang pernah aku buat, masiiiiih ada aj prang yang berpikir sempit en ge dewasa sama sekali. yang mana lebih sering disebut FLAMER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut saia PRIBADI, mereka itu cuma sekumpulan orang-orang yang kurang kerjaan. masa iya sign in di FFnet cuma buat nge-FLAME aj. jelas donk klo mereka cuma banyak omong doank. mereka ga tau susahnya bikin sebuah karya karena emang mereka ga pernah mencoba membuatnya. saia pernah ngebaca gimana mereka ngeflame sebuah karya di fandome NARUTO yang menurut saia itu adalah sebuah karya yang OK, eh--mereka dengan seenakudel aja ngejelek-jelekin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus mereka dengan sok teunya ngomong kalo Sang Maha Sensei pencipta NARUTO aka Kishimoto Masashi bakal nyobek2 karya yaoi en marah-marah kalo chara ciptaannya dijadiin pairing yaoi. dari sini saia juga bisa bilang kalo PARA FLAMER ITU KETINGGALAN INFORMASI YANG PENTIIIIIIING!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara Kishimoto Sensei pernah dengan blak-blakannya bicara dalam sebuah interview kalo dia itu SUKA dengan doujinshi Yapi yang dibuat fansnya. BAHKAN dia juga bilang mungkin akan memasukkan Shounen Ai ending dalam manga NARUTO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benernya mungkin saia ga boleh ngomongin ini ya--tapi saia udah ga kuat. pengennya maraaaah aj. HHhh--bagi anda yang merasa sebagai FLAMER... bolehlah anda mengkritik karya seseorang, tapi jangan lihat jadinya aj. pikir proses yang dilalui seorang author untuk membuat sebuah fic. saia sebagai seorang author tersinggung kalau anda menganggap kami ini ga punya otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENULIS FIC ITU SUSAAAAAAAH, FLAMEEEER!!! Cobalah sendiri dan rasakan bingungnya anda untuk membentuk sebuah kalimat yang sesuai untuk pembaca. Anda tidak pernah mencoba--jadi anda tidak tahu rasanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian curhatan ga penting saia. panas rasanya ngelihat para Flamer gaje itu merusak ketenangan membaca sebuah jkarya dari sesama pecinta sebuah Manga-Anime. semoga mereka bisa lebih dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amin &lt;br /&gt;amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amiiiiiiin!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-2685528007622458694?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/2685528007622458694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=2685528007622458694' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2685528007622458694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/2685528007622458694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/menghela-nafas.html' title='Menghela Nafas'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREvgthYSCI/AAAAAAAAABw/JM9HRX0wAt8/s72-c/Kakashi_x_Iruka759.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1678521028960488874.post-6551635948523098332</id><published>2008-11-05T11:15:00.000+07:00</published><updated>2008-11-05T11:23:48.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenalan nih'/><title type='text'>Ichiban</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREfNU1ogbI/AAAAAAAAAAM/Bslz5nO5FNs/s1600-h/IMG_000058.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREfNU1ogbI/AAAAAAAAAAM/Bslz5nO5FNs/s320/IMG_000058.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265023753165242802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda masuk dalam blog ini--berarti anda sudah masuk pada dunia seorang FUJOSHI yang udah masuk taraf PARAH. oh yeah--YAOI's RULES!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disini aku akan mengukuhkan diriku sebagai seorang FUJOSHI yang freaks banget. so kalo ada komen ato yang sukur2 terseret dalam yaoi fans--aku bakal seneng banget *evil smirk*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enjoy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1678521028960488874-6551635948523098332?l=aicchan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aicchan.blogspot.com/feeds/6551635948523098332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1678521028960488874&amp;postID=6551635948523098332' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/6551635948523098332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1678521028960488874/posts/default/6551635948523098332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aicchan.blogspot.com/2008/11/ichiban.html' title='Ichiban'/><author><name>aicchan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02152013737921293234</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREgtbkG0aI/AAAAAAAAAAY/BfdA0xBBgsA/S220/Naruto-Gaara_grimminglooken.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oLW5aBi4vac/SREfNU1ogbI/AAAAAAAAAAM/Bslz5nO5FNs/s72-c/IMG_000058.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
